Siapa Asif Ali Zardari? Presiden Pakistan Saat Perang Melawan India

Jum'at, 09 Mei 2025 - 15:15 WIB
loading...
A A A

Kehidupan Pribadi dan Keluarga


Zardari memiliki tiga anak dengan Benazir Bhutto: Bilawal, Bakhtawar, dan Aseefa. Putranya, Bilawal, kini menjadi Ketua PPP dan aktif dalam politik nasional, mengikuti jejak kedua orang tuanya.

Zardari dikenal sangat protektif terhadap anak-anaknya, terutama setelah kematian Benazir.

Setelah masa kepresidenan berakhir, Zardari tetap menjadi tokoh penting di PPP dan di parlemen.

Ia beberapa kali menjalani perawatan medis di luar negeri dan tetap menjadi pusat perhatian dalam isu-isu politik Pakistan, baik sebagai simbol warisan Bhutto maupun sebagai tokoh kontroversial.

Dunia Politik


Keterlibatan Zardari dalam politik Pakistan sangat kompleks. Bagi pendukungnya, ia adalah pemimpin yang membawa stabilitas di masa krisis, memperkuat institusi sipil, dan menunjukkan komitmen terhadap demokrasi.

Ia juga dikenal sebagai tokoh yang mampu membentuk koalisi dan menjaga PPP tetap relevan dalam politik Pakistan.

Namun, bagi para pengkritiknya, Zardari adalah simbol dari oligarki politik, nepotisme, dan korupsi yang merusak fondasi demokrasi Pakistan.

Ia dianggap sebagai perwujudan elite politik yang memanfaatkan kekuasaan untuk keuntungan pribadi.

Terpilih Lagi sebagai Presiden Pakistan


Zardari terpilih dalam pemilihan presiden tidak langsung yang diadakan pada 9 Maret 2024. Ia memperoleh 411 suara dari parlemen dan majelis provinsi, mengalahkan kandidat oposisi Mahmood Khan Achakzai yang didukung aliansi Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI).

Kemenangan Zardari didukung koalisi partai penguasa, termasuk Pakistan People's Party (PPP) yang ia pimpin dan Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N) yang dipimpin Shehbaz Sharif.

Koalisi ini terbentuk setelah pemilu parlemen Februari 2024 yang penuh kontroversi dan tuduhan kecurangan.

Peran dan Tantangan sebagai Presiden


Meskipun jabatan presiden di Pakistan bersifat seremonial, Zardari diharapkan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas politik dan memfasilitasi kerja sama antarpartai dalam koalisi pemerintahan.

Sebagai kepala negara, ia juga bertanggung jawab atas hubungan luar negeri dan menjadi simbol persatuan nasional.

Sejak menjabat kembali, Zardari menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketegangan dengan India terkait insiden di Kashmir dan serangan terhadap warga negara China di Pakistan.

Ia telah melakukan kunjungan kenegaraan ke China dan bertemu Presiden Xi Jinping untuk memperkuat hubungan bilateral dan menegaskan komitmen Pakistan terhadap proyek-proyek strategis seperti Koridor Ekonomi China-Pakistan.

Dengan pengalaman politiknya dan dukungan dari koalisi pemerintahan, Zardari diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam navigasi politik dan diplomatik Pakistan di tengah tantangan domestik dan internasional.

Asif Ali Zardari adalah salah satu figur paling berpengaruh dan kontroversial dalam sejarah politik Pakistan.

Dari seorang sosialita muda hingga menjadi Presiden negara, jalannya penuh lika-liku: pernikahan politik, tuduhan korupsi, masa penahanan, hingga kepemimpinan di masa sulit.

Kiprahnya tidak bisa dipisahkan dari nama besar Bhutto, serta sejarah panjang dinasti politik di Pakistan.

Perjalanan Zardari mencerminkan kompleksitas politik Pakistan itu sendiri, negara yang berada di persimpangan antara demokrasi dan kekuatan militer, antara modernitas dan patronase politik tradisional.

Ia mungkin bukan pemimpin yang revolusioner, tetapi perannya tidak bisa diabaikan dalam membentuk arah negara tersebut di awal abad ke-21.

Baca juga: 10 Sebab Jet Tempur J-10C Pakistan Bisa Tembak Jatuh 3 Rafale India yang Lebih Canggih
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Berita Terkini
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved