Sirene Meraung-raung di Seluruh India setelah Pakistan Ancam Balas Dendam
Kamis, 08 Mei 2025 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
"Kami menyarankan warga AS untuk meninggalkan area konflik aktif jika mereka dapat melakukannya dengan aman, atau untuk berlindung di tempat," bunyi peringatan yang dikeluarkan misi diplomatik AS di Pakistan.
Presiden AS Donald Trump juga berkomentar, dengan mengatakan: "Posisinya adalah saya bergaul dengan keduanya."
"Saya tahu keduanya dengan sangat baik, dan saya ingin melihat mereka menyelesaikannya," kata Trump.
"Dan jika saya bisa melakukan apa saja untuk membantu, saya akan..saya akan berada di sana," paparnya.
Di India, Perdana Menteri Narendra Modi mengadakan pertemuan khusus Komite Kabinet untuk Keamanan. Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Modi menunda perjalanan ke Kroasia, Belanda, dan Norwegia.
Analis Asia Selatan Michael Kugelman mengatakan serangan India tersebut merupakan salah satu serangan intensitas tertinggi terhadap Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Pakistan pasti akan membalas denganpukulan setimpal.
"Ini adalah dua militer yang kuat yang, bahkan dengan senjata nuklir sebagai pencegah, tidak takut untuk menggunakan tingkat kekuatan militer konvensional yang cukup besar satu sama lain," kata Kugelman.
"Risiko eskalasi itu nyata. Dan mereka bisa meningkat, dan dengan cepat," paparnya.
Presiden AS Donald Trump juga berkomentar, dengan mengatakan: "Posisinya adalah saya bergaul dengan keduanya."
"Saya tahu keduanya dengan sangat baik, dan saya ingin melihat mereka menyelesaikannya," kata Trump.
"Dan jika saya bisa melakukan apa saja untuk membantu, saya akan..saya akan berada di sana," paparnya.
Di India, Perdana Menteri Narendra Modi mengadakan pertemuan khusus Komite Kabinet untuk Keamanan. Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Modi menunda perjalanan ke Kroasia, Belanda, dan Norwegia.
Analis Asia Selatan Michael Kugelman mengatakan serangan India tersebut merupakan salah satu serangan intensitas tertinggi terhadap Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Pakistan pasti akan membalas denganpukulan setimpal.
"Ini adalah dua militer yang kuat yang, bahkan dengan senjata nuklir sebagai pencegah, tidak takut untuk menggunakan tingkat kekuatan militer konvensional yang cukup besar satu sama lain," kata Kugelman.
"Risiko eskalasi itu nyata. Dan mereka bisa meningkat, dan dengan cepat," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :