Sirene Meraung-raung di Seluruh India setelah Pakistan Ancam Balas Dendam

Kamis, 08 Mei 2025 - 07:53 WIB
loading...
Sirene Meraung-raung...
Rudal-rudal India menyerang 9 wilayah Pakistan. Islamabad ancam lakukan serangan balasan, memicu New Delhi menyalakan sirene di seluruh negeri. Foto/The Express
A A A
NEW DELHI - Sirene serangan udara meraung-raung di seluruh India pada Rabu sore setelah Pakistan bersumpah untuk membalas serangan rudal New Delhi.

Sirene tersebut bagian dari kesiapsiagaan nasional oleh India.

India telah menembakkan 24 rudal presisi ke sembilan wilayah Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan pada Selasa malam hingga Rabu dini hari.

Menurut pejabat Pakistan, total korban tewas akibat serangan tersebut telah meningkat menjadi 31 orang.

Baca Juga: Ganasnya 24 Rudal India Gempur Pakistan: Bos Jaish-e Mohammad Kehilangan 10 Anggota Keluarga

India juga mengeklaim ada korban dari serangan Pakistan di bagian Kashmir yang dikelola India.

Pemimpin Pakistan menyebut rentetan tembakan rudal India kemarin sebagai tindakan perang.

Menurut India serangannya menargetkan infrastruktur yang digunakan oleh kelompok militan yang terkait dengan pembantaian 26 turis Hindu di wilayah Kashmir yang dikelola India pada 22 April lalu.

Pakistan mengeklaim telah menembak jatuh beberapa pesawat tempur India sebagai respons, termasuk tiga jet tempur di garis perbatasan. Dua pesawat jatuh di desa-desa di Kashmir yang dikelola India. Satu lagi jatuh di negara bagian Punjab utara.

Ketegangan telah melonjak antara India dan Pakistan sejak serangan teror oleh kelompok bersenjata menewaskan 26 turis Hindu di tempat wisata populer di Kashmir yang dikelola India bulan lalu. India menyalahkan Pakistan karena mendukung serangan itu, namun Islamabad membantahnya.

Ketika ketegangan meningkat pada hari Rabu, India mengadakan latihan keamanan untuk mempersiapkan pasukan keamanan, responden pertama dan warga sipil untuk kemungkinan serangan balik Pakistan.

India juga mengadakan simulasi pada hari Rabu untuk pemadaman potensial, dan latihan untuk evakuasi massa di seluruh negeri.

Beberapa negara bagian India merencanakan latihan pertahanan sipil untuk hari Rabu, yang menurut Kementerian Dalam Negeri India, untuk melatih warga sipil dan personel keamanan untuk merespons jika ada serangan musuh. Latihan seperti itu jarang terjadi di masa non-krisis di India.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk serangan udara India dan mengatakan sebelumnya bahwa negaranya akan membalas.

"Pakistan memiliki hak untuk memberikan respons yang kuat terhadap tindakan perang yang dipaksakan oleh India ini, dan respons yang kuat memang diberikan," kata Sharif.

Dia mengatakan dalam pidato televisi: "India melakukan tindakan agresi dan membuat kesalahan yang sekarang harus membayar harganya."

"Kami akan membawa perang ini ke kesimpulan logisnya," katanya, seperti dikutip CBS News, Kamis (8/5/2025).

Komite Keamanan Nasional negara itu bertemu Rabu pagi, dan Pakistan memanggil perwakilan India untuk mengajukan protes.

Dalam peringatan keamanan yang diposting online pada hari Rabu, misi diplomatik Amerika Serikat di Pakistan mengatakan pihaknya mengetahui laporan tentang serangan India di negara itu, dengan mengatakan sedang memantau perkembangan dengan cermat.

"Kami menyarankan warga AS untuk meninggalkan area konflik aktif jika mereka dapat melakukannya dengan aman, atau untuk berlindung di tempat," bunyi peringatan yang dikeluarkan misi diplomatik AS di Pakistan.

Presiden AS Donald Trump juga berkomentar, dengan mengatakan: "Posisinya adalah saya bergaul dengan keduanya."

"Saya tahu keduanya dengan sangat baik, dan saya ingin melihat mereka menyelesaikannya," kata Trump.

"Dan jika saya bisa melakukan apa saja untuk membantu, saya akan..saya akan berada di sana," paparnya.

Di India, Perdana Menteri Narendra Modi mengadakan pertemuan khusus Komite Kabinet untuk Keamanan. Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Modi menunda perjalanan ke Kroasia, Belanda, dan Norwegia.

Analis Asia Selatan Michael Kugelman mengatakan serangan India tersebut merupakan salah satu serangan intensitas tertinggi terhadap Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Pakistan pasti akan membalas denganpukulan setimpal.

"Ini adalah dua militer yang kuat yang, bahkan dengan senjata nuklir sebagai pencegah, tidak takut untuk menggunakan tingkat kekuatan militer konvensional yang cukup besar satu sama lain," kata Kugelman.

"Risiko eskalasi itu nyata. Dan mereka bisa meningkat, dan dengan cepat," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
David dan Victoria Beckham...
David dan Victoria Beckham Kirim Sinyal Damai untuk Brooklyn di Hari Ayah
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved