Menang Pemilu Australia, PM Anthony Albanese dan Tunangannya Umbar Ciuman

Minggu, 04 Mei 2025 - 07:04 WIB
loading...
Menang Pemilu Australia,...
PM Anthony Albanese kembali berkuasa setelah Partai Buruh memenangkan Pemilu Australia. Foto/NewsWire/Jeremy Piper
A A A
SYDNEY - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese kembali berkuasa setelah partainya, Partai Buruh, memenangkan Pemilu yang digelar hari Sabtu. Dia dan tunangannya, Jodie Haydon, berbagi ciuman mesra di atas podium saat merayakan kemenangan.

Albanese menjadi PM Australia pertama yang memenangkan Pemilu dua kali berturut-turut dalam dua dekade. Di negara tersebut, seorang PM menjabat selama tiga tahun dalam satu periode pemerintahan.

Partai Buruh menang Pemilu di tengah krisis biaya hidup yang mendominasi isu kampanye.

Pemimpin oposisi, Peter Dutton yang merupakan pemimpin Partai Liberal, mengakui kekalahan dan kehilangan kursinya sendiri di Parlemen.

Baca Juga: Pemilu Australia Digelar dalam Bayang-bayang Kebijakan Donald Trump

Dalam pidato kemenangannya, Albanese yang condong ke "haluan kiri" berjanji untuk mengarahkan negara melalui masa sulit ketidakpastian global.

“Warga Australia telah memilih untuk menghadapi tantangan global dengan cara Australia, saling menjaga sambil membangun masa depan,” katanya kepada para pendukung di Sydney.

“Kita tidak perlu mengemis atau meminjam atau meniru dari tempat lain. Kita tidak mencari inspirasi di luar negeri. Kita menemukannya di sini dalam nilai-nilai dan masyarakat kita," ujarnya.

Siaran publik Australia, ABC, pada Minggu (4/5/2025) memproyeksikan bahwa Partai Buruh berada di jalur yang tepat untuk memenangkan 85 kursi di Parlemen, dengan mudah melampaui ambang batas 76 kursi yang dibutuhkan untuk mencapai mayoritas.

Hasil di Senat masih belum jelas. Meskipun Partai Buruh dapat memperoleh beberapa kursi, partai ini mungkin masih memerlukan dukungan dari partai-partai kecil, seperti Partai Hijau, atau partai independen untuk meloloskan undang-undang.

Dalam pidato kemenangannya, Albanese mengatakan bahwa rakyat Australia telah memilih "nilai-nilai Australia".

"Demi keadilan, aspirasi, dan kesempatan bagi semua," katanya di tengah sorak sorai. "Di masa ketidakpastian global ini, rakyat Australia telah memilih optimisme dan tekad."

Sementara itu, Dutton menerima tanggung jawab penuh atas hasil Pemilu yang buruk pada apa yang disebutnya sebagai "peristiwa bersejarah" bagi partainya.

Dutton juga kalah dalam perebutan kursi Dickson di Parlemen Australia dari Ali France (Partai Buruh), mantan jurnalis dan advokat disabilitas yang telah mendorong pelonggaran biaya hidup melalui pemotongan pajak, obat-obatan yang lebih murah, dan investasi dalam perawatan kesehatan dan pendidikan publik.

Senator James Paterson, juru bicara Partai Liberal, menyatakan bahwa "faktor Trump" berperan di Australia, mengacu pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Trump telah memberikan pengaruh besar pada kampanye Pemilu selama enam minggu, yang memicu minat global yang besar mengenai apakah kekacauan ekonomi yang disebabkan oleh tarifnya akan memengaruhi hasil.

Albanese dan Tunangan Pamer Ciuman Mesra


PM Anthony Albanese dan tunangannya, Jodie Haydon, berbagi ciuman mesra saat berdiri di podium untuk mendeklarasikan kemenangan Pemilu.

Momen itu juga disaksikan putra Albanese, Nathan, yang berdiri di sampingnya.

Ketiganya berpegangan tangan dan saling melambaikan tangan sebagai tanda kemenangan saat berada di atas panggung.

Haydon, yang belum mengungkapkan detail apa pun tentang pernikahannya yang akan datang, kecuali peran anjing Toto, mengenakan blazer merah berkancing ganda yang besar dengan kemeja putih di bawahnya, dan celana panjang berkaki lebar yang serasi untuk menunjukkan dukungannya terhadap Partai Buruh.

Pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari pakaiannya sebelumnya pada hari itu, ketika dia memberikan suara bersama PM Albanese dan putranya di Sekolah Umum Marrickville West, di mana dia mengenakan blazer merah yang lebih kasual dan celana panjang hitam.

"Untuk tunanganku, Jodie Heydon. Mungkin aku tidak menyangka ini akan terjadi dalam hidupmu setengah lusin tahun yang lalu," canda Albanese.

"Aku sangat berterima kasih atas dukunganmu, persahabatanmu, dan cintamu. Kamu membuatku sangat bahagia. Itu yang terpenting. Kamu memiliki hatiku. Aku mencintaimu dan aku berharap untuk menjalani hidup kita bersama."

Albanese dan Haydon bertemu pada tahun 2020 di sebuah acara di Melbourne saat pemimpin Partai Buruh itu berpidato. Pendukung setia South Sydney itu bertanya apakah ada pendukung lain di ruangan itu, dan Haydon berteriak, "Ayo Rabbitohs", menurut Australian Woman's Weekly.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved