Eks PM Tunisia Divonis Hukuman 34 Tahun Penjara
Sabtu, 03 Mei 2025 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Protes yang Berkembang terhadap Presiden Tunisia
Saied menghadapi protes pada hari Kamis ketika para penentang turun ke jalan-jalan di Tunis, menuduhnya menggunakan peradilan dan polisi untuk membungkam perbedaan pendapat.
Demonstrasi tersebut, yang kedua dalam sepekan, terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas apa yang oleh para kritikus dianggap sebagai pergeseran otoriter di negara tersebut yang memicu Musim Semi Arab.
Berbaris di sepanjang Jalan Habib Bourguiba, para pengunjuk rasa anti-Saied meneriakkan slogan-slogan termasuk "Saied pergi, kamu seorang diktator" dan "Rakyat menginginkan jatuhnya rezim", menggemakan seruan yang memicu pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan mantan Presiden Zine El Abidine Ben Ali.
Pendukung Saied mengadakan unjuk rasa tandingan di jalan raya yang sama, meneriakkan, "Tidak untuk campur tangan asing" dan "Rakyat menginginkan Saied lagi".
Oposisi menuduh Saied merusak demokrasi yang dimenangkan dalam revolusi 2011, karena ia mengambil alih kekuasaan ekstra pada tahun 2021 ketika ia menutup parlemen terpilih dan mulai memerintah dengan dekrit sebelum mengambil alih otoritas atas peradilan.
Baca juga: AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China dan Rusia pada Five Eyes
(sya)
Lihat Juga :