Dominasi Senjata Laser Jadi Medan Perlombaan Senjata AS dan China

Senin, 07 September 2020 - 05:00 WIB
loading...
Dominasi Senjata Laser...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Penggunaan laser berenergi tinggi untuk aplikasi Angkatan Laut semakin meningkat di antara kekuatan militer dunia. China berada di antara mereka yang bersiap untuk berlomba dengan Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan supremasi.

Senjata berenergi terarah yang didasarkan pada laser dapat menawarkan biaya rendah per tembakan dan magasin yang hampir tak terbatas untuk menyediakan cara yang efisien dan efektif untuk bertahan dari serangan rudal atau kawanan drone.

(Baca: Tegang dengan Yunani, Turki Kembangkan Rudal Hipersonik dan Senjata Laser )

Banyak negara, seperti AS, China, Israel, Prancis, Jerman, dan Rusia, telah meneliti senjata untuk waktu yang lama, dan negara-negara besar sedang meningkatkan perkembangan mereka untuk mendapatkan keunggulan.

Song Zhongping, seorang analis militer yang berbasis di Hong Kong, mengatakan senjata laser termasuk dalam senjata generasi baru yang berpotensi mengubah wajah perang dan sangat penting.

"Perlombaan senjata laser telah lama dimulai. AS memiliki pondasi teknologi yang lebih kokoh, tetapi China sedang bekerja untuk mempersempit kesenjangan," ucapnya, seperti dilansir South China Morning Post.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Trump: AS Akan Hancurkan...
Trump: AS Akan Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran
Rekomendasi
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Berita Terkini
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved