3 Penyebab Kapal China Muncul di Perairan Filipina, Salah Satunya Berkaitan dengan AS

Rabu, 30 April 2025 - 19:05 WIB
loading...
A A A
Selain itu, China juga membangun dan mempertahankan instalasi militer di beberapa pulau buatan di kawasan tersebut, seperti di Mischief Reef dan Subi Reef. Kehadiran kapal-kapal China di awal 2025 kemungkinan terkait dengan upaya memantau aktivitas Filipina dan negara-negara lain di wilayah tersebut.

The Diplomat melaporkan bahwa patroli ini juga bertujuan untuk mencegah Filipina melakukan pembangunan atau perbaikan fasilitas di pulau-pulau yang mereka kuasai.

2. Taktik Tekanan Teritorial dan Diplomatik

Kehadiran kapal-kapal China di perairan dekat Filipina juga dapat dilihat sebagai bagian dari strategi tekanan teritorial dan diplomatik.

Dengan menunjukkan kehadiran yang kuat di wilayah yang disengketakan, China berusaha memperkuat klaimnya atas Laut China Selatan dan menguji batas toleransi negara-negara lain terhadap tindakan mereka.

Tindakan ini juga dapat dimaksudkan untuk mempengaruhi opini publik dan kebijakan pemerintah Filipina. Dengan meningkatkan tekanan di perairan yang disengketakan, Beijing mungkin berharap dapat memaksa Manila untuk mempertimbangkan kembali hubungan militernya dengan negara-negara lain, terutama Amerika Serikat.

Baca Juga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India

3. Respons Terhadap Latihan Militer AS-Filipina

Kemunculan kapal China di perairan Filipina juga diduga merupakan respons terhadap meningkatnya kerja sama militer antara Filipina dan Amerika Serikat. Di akhir 2024, kedua negara menggelar latihan militer bersama yang melibatkan kapal perang AS di Laut China Selatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Perang di Mana-Mana,...
Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah
Rekomendasi
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Berita Terkini
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved