Mengapa Kashmir Jadi Pusat Ketegangan antara India dan Pakistan?

Kamis, 24 April 2025 - 15:15 WIB
loading...
A A A
Perang 1971: Meskipun fokus utama adalah kemerdekaan Bangladesh, perang ini memperkuat posisi India di wilayah Kashmir.

Konflik Kargil 1999: Pasukan Pakistan dan pejuang bersenjata menyusup ke wilayah Kargil di Kashmir India, namun berhasil dipukul mundur oleh India.

3. Faktor Agama dan Identitas


Kashmir memiliki mayoritas penduduk Muslim, namun dikuasai India yang mayoritas Hindu. Pakistan mengklaim Kashmir seharusnya menjadi bagian dari negaranya berdasarkan kesamaan agama.

Sebaliknya, India menekankan Kashmir adalah bagian integral dari negaranya, terlepas dari komposisi agama penduduknya.

4. Peran Kelompok Pejuang


Sejak akhir 1980-an, gerakan pemberontakan bersenjata muncul di Kashmir India, dengan dukungan dari kelompok pejuang seperti Lashkar-e-Taiba dan Jaish-e-Mohammed yang berbasis di Pakistan.

India menuduh Pakistan mendukung kelompok-kelompok ini untuk mengacaukan wilayah Kashmir, sementara Pakistan menyangkal keterlibatan langsung.

5. Pencabutan Otonomi Kashmir oleh India


Pada Agustus 2019, pemerintah India mencabut Pasal 370 dalam konstitusinya, yang memberikan otonomi khusus bagi Jammu dan Kashmir.

Langkah ini menyebabkan pembatasan komunikasi dan penempatan pasukan tambahan di wilayah tersebut.

Pakistan mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap hak-hak warga Kashmir dan memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara.

6. Ketegangan Terkini


Pada April 2025, serangan kelompok bersenjata di wilayah Pahalgam, Kashmir India, menewaskan 26 orang dan melukai 17 lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved