Xi Jinping Tancap Gas, Amerika Ketinggalan Jauh: Ini 4 Jurus Strategis China yang Bikin Waswas AS

Rabu, 23 April 2025 - 15:14 WIB
loading...
Xi Jinping Tancap Gas,...
Empat kebijakan strategis Presiden Xi Jinping telah membuat China mengungguli Amerika Serikat. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
JAKARTA - Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China menjelma menjadi kekuatan global yang tak hanya menyaingi Amerika Serikat (AS), tapi dalam beberapa aspek bahkan mulai jauh meninggalkannya.

Melalui serangkaian kebijakan strategis yang terkoordinasi dengan rapi—mulai dari pembangunan infrastruktur global hingga dominasi teknologi—Xi Jinping secara sistematis membentuk tatanan dunia yang lebih berpihak pada Beijing.

Sementara Amerika terjebak dalam polarisasi politik domestik dan birokrasi yang lambat, China melaju kencang lewat proyek raksasa seperti Belt and Road Initiative (BRI), ekspansi teknologi 5G, serta modernisasi kekuatan militer dan industrinya.

Baca Juga: Kepala Pentagon: China Dapat Tenggelamkan Seluruh Kapal Induk AS dalam 20 Menit

Hasilnya, banyak negara berkembang kini lebih tertarik menggandeng Beijing ketimbang Washington dalam urusan investasi, teknologi, dan logistik.

Tak hanya itu, Xi Jinping juga membentuk ulang wajah globalisasi dengan menjadikan China sebagai pusat manufaktur dunia dan pemain utama dalam geopolitik energi serta perdagangan.

Langkah-langkah agresif inilah yang kini membuat para pembuat kebijakan di AS mulai berpacu dengan waktu untuk mengejar ketertinggalan.

4 Kebijakan Xi Jinping yang Membuat AS Tertinggal

1. Belt and Road Initiative (Inisiatif Sabuk dan Jalan)


Diluncurkan pada 2013, Belt and Road Initiative (BRI) adalah proyek infrastruktur global ambisius yang melibatkan investasi senilai triliunan dolar AS di lebih dari 150 negara.

Melalui BRI, China membangun pelabuhan, jalan raya, rel kereta api, dan zona industri dari Asia hingga Afrika.

Dampak:
♦Meningkatkan pengaruh ekonomi dan diplomatik China secara global.
♦Memberi China kontrol strategis atas rute logistik dan jalur pasokan energi.
♦AS tidak memiliki inisiatif tandingan dengan skala dan koordinasi serupa.

2. Modernisasi Militer dan Strategi “Made in China 2025”


Xi Jinping secara agresif memperkuat modernisasi militer (terutama Angkatan Laut dan kekuatan siber) dan mengembangkan industri strategis domestik seperti artificial intelligence (AI), robotika, 5G, semikonduktor, dan kendaraan listrik melalui program "Made in China 2025".

Dampak:
♦China kini memimpin di sektor seperti manufaktur baterai dan kendaraan listrik, serta teknologi 5G.
♦AS mulai menyadari ketertinggalan dalam manufaktur chip dan telah merespons dengan CHIPS Act (2022), namun terlambat dibandingkan lonjakan investasi R&D China.

3. Pusat Produksi Dunia dan Diplomasi "Perang Dagang Terbalik"


Xi Jinping memanfaatkan kekuatan industri dan ekspor China untuk mendikte kondisi perdagangan global. Dia juga mendiversifikasi pasar ekspor China saat menghadapi tarif AS, dengan memperkuat perdagangan regional (RCEP) dan mempererat hubungan dengan Rusia, Timur Tengah, dan Afrika.

Dampak:
♦Ketergantungan global terhadap produk dan rantai pasok China tetap tinggi, bahkan selama perang dagang.
♦China berhasil menjaga pertumbuhan ekspornya, sementara perusahaan-perusahaan AS menghadapi disrupsi logistik dan biaya impor yang melonjak.

4. Pemerintahan Sentralistik dan Model “Negara yang Efisien”


Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, Partai Komunis China mengambil alih kendali ketat atas lembaga-lembaga negara dan perusahaan besar (SOEs maupun swasta seperti Alibaba). Ini menciptakan sistem pemerintahan yang mampu menggerakkan kebijakan secara cepat dan terkoordinasi nasional.

Dampak:
♦China mampu menjalankan proyek raksasa seperti penguncian pandemi, ekspansi militer, dan pembangunan infrastruktur secara sangat cepat.
♦Sementara AS sering terhambat oleh proses demokratis dan fragmentasi politik domestik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved