Intelijen Amerika: Serangan Militer AS Sudah Tewaskan 500 Milisi Houthi
Selasa, 22 April 2025 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Dia memuji penanganan krisis oleh pemerintahan Trump sebagai "pergeseran strategis dalam menangani masalah ini."
Al-Eryani mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa operasi tersebut telah tepat sasaran dan telah menargetkan "elemen penting infrastruktur militer Houthi, termasuk pusat komando dan kendali, kamp pelatihan, depot senjata, dan fasilitas komunikasi yang digunakan untuk mengoordinasikan serangan mereka."
Dia juga memuji dampak dari kampanye pengeboman tersebut, dengan mencatat penurunan yang nyata dalam kemampuan Houthi untuk meluncurkan serangan rudal dan pesawat tak berawak, khususnya di Laut Merah dan Bab al-Mandab.
Al-Eryani mengungkapkan bahwa pemerintah Yaman juga telah mengonfirmasi kematian beberapa pemimpin senior Houthi dari tingkat pertama, kedua, dan ketiga.
“Mereka termasuk para pemimpin militer serta dalang di balik serangan maritim dan operasi penyelundupan senjata dari Iran," katanya.
"Ini adalah indikator yang jelas tentang efektivitas kampanye [pengeboman AS]. Dari sudut pandang ini, kami mendukung kelanjutan kampanye sebagai bagian dari strategi pencegahan yang lebih luas yang bertujuan untuk mengekang perilaku milisi dan mengakhiri penggunaan Yaman sebagai landasan peluncuran untuk mengancam keamanan regional dan internasional," paparnya.
Secara terpisah, Al-Eryani menekankan bahwa penting bagi publik Amerika untuk memahami akar ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan tersebut.
“Ketidakstabilan saat ini di Timur Tengah adalah hasil dari kelalaian internasional selama bertahun-tahun terhadap Iran dan perilakunya di kawasan tersebut,” katanya.
“Keheningan dan keraguan dalam menghadapi ancaman ini telah membuatnya tumbuh tanpa kendali," imbuh dia.
Ke depannya, Al-Eryani mengatakan bahwa pendekatan yang berkelanjutan dan diperluas diperlukan untuk mencakup dukungan politik, militer, keamanan, dan ekonomi bagi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
"Ini bukan sekadar perang Yaman. Ini adalah pertempuran untuk tatanan internasional, kebebasan navigasi, dan untuk melindungi kawasan dari perluasan rezim Iran dan milisi terorisnya—milisi yang berkembang pesat berkat senjata dan kekacauan Iran," katanya.
Al-Eryani mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa operasi tersebut telah tepat sasaran dan telah menargetkan "elemen penting infrastruktur militer Houthi, termasuk pusat komando dan kendali, kamp pelatihan, depot senjata, dan fasilitas komunikasi yang digunakan untuk mengoordinasikan serangan mereka."
Dia juga memuji dampak dari kampanye pengeboman tersebut, dengan mencatat penurunan yang nyata dalam kemampuan Houthi untuk meluncurkan serangan rudal dan pesawat tak berawak, khususnya di Laut Merah dan Bab al-Mandab.
Al-Eryani mengungkapkan bahwa pemerintah Yaman juga telah mengonfirmasi kematian beberapa pemimpin senior Houthi dari tingkat pertama, kedua, dan ketiga.
“Mereka termasuk para pemimpin militer serta dalang di balik serangan maritim dan operasi penyelundupan senjata dari Iran," katanya.
"Ini adalah indikator yang jelas tentang efektivitas kampanye [pengeboman AS]. Dari sudut pandang ini, kami mendukung kelanjutan kampanye sebagai bagian dari strategi pencegahan yang lebih luas yang bertujuan untuk mengekang perilaku milisi dan mengakhiri penggunaan Yaman sebagai landasan peluncuran untuk mengancam keamanan regional dan internasional," paparnya.
Secara terpisah, Al-Eryani menekankan bahwa penting bagi publik Amerika untuk memahami akar ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan tersebut.
“Ketidakstabilan saat ini di Timur Tengah adalah hasil dari kelalaian internasional selama bertahun-tahun terhadap Iran dan perilakunya di kawasan tersebut,” katanya.
“Keheningan dan keraguan dalam menghadapi ancaman ini telah membuatnya tumbuh tanpa kendali," imbuh dia.
Ke depannya, Al-Eryani mengatakan bahwa pendekatan yang berkelanjutan dan diperluas diperlukan untuk mencakup dukungan politik, militer, keamanan, dan ekonomi bagi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
"Ini bukan sekadar perang Yaman. Ini adalah pertempuran untuk tatanan internasional, kebebasan navigasi, dan untuk melindungi kawasan dari perluasan rezim Iran dan milisi terorisnya—milisi yang berkembang pesat berkat senjata dan kekacauan Iran," katanya.
(mas)
Lihat Juga :