Intelijen Amerika: Serangan Militer AS Sudah Tewaskan 500 Milisi Houthi
Selasa, 22 April 2025 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Namun, akurasi nama-nama tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Operasi militer AS berlanjut hingga Senin malam dan diperkirakan akan terus berlanjut, dengan para pejabat memperingatkan bahwa kampanye pengeboman tersebut mungkin berlangsung lama.
Beberapa media AS telah melaporkan bahwa persiapan mungkin sedang dilakukan untuk operasi darat guna mengusir Houthi dari Ibu Kota Yaman, Sanaa, dan memaksa mereka keluar dari kota-kota pelabuhan utama.
Para pejabat tersebut mengatakan serangan AS telah secara signifikan melemahkan pertahanan udara Houthi dan kemampuan militer lainnya.
Dalam beberapa hari terakhir, kelompok tersebut telah menewaskan puluhan warga sipil Yaman dalam serangan yang gagal terhadap militer AS, meskipun masih belum jelas berapa banyak warga sipil yang tewas akibat serangan AS.
Kampanye pengeboman AS juga menghadapi kritik dari beberapa anggota Parlemen Amerika atas biayanya yang tinggi dan kurangnya informasi publik tentang dampak serangan tersebut.
AS telah kehilangan sedikitnya lima pesawat nirawak MQ-9 Reaper—masing-masing bernilai sekitar USD30 juta.
Houthi mengEklaim telah menembak jatuh pesawat-pesawat itu, beberapa di antaranya dioperasikan oleh Angkatan Udara AS sementara yang lainnya adalah milik badan-badan pemerintah Amerika lainnya.
Namun, operasi tersebut—yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump dan kepala Pentagon Pete Hegseth—tampaknya telah merusak infrastruktur senjata Houthi, termasuk fasilitas penyimpanan dan depot manufaktur.
Minggu lalu, Komando Pusat (CENTCOM) AS mengumumkan telah menghancurkan pelabuhan bahan bakar di Yaman barat, bagian dari upaya yang dikatakannya dimaksudkan untuk memutus sumber pendapatan kelompok tersebut.
Menteri Informasi Yaman Moammar Al-Eryani menggambarkan serangan militer AS sebagai respons alami terhadap serangan Houthi terhadap kapal-kapal pengiriman internasional dan ancaman terhadap perdagangan global.
Operasi militer AS berlanjut hingga Senin malam dan diperkirakan akan terus berlanjut, dengan para pejabat memperingatkan bahwa kampanye pengeboman tersebut mungkin berlangsung lama.
Beberapa media AS telah melaporkan bahwa persiapan mungkin sedang dilakukan untuk operasi darat guna mengusir Houthi dari Ibu Kota Yaman, Sanaa, dan memaksa mereka keluar dari kota-kota pelabuhan utama.
Para pejabat tersebut mengatakan serangan AS telah secara signifikan melemahkan pertahanan udara Houthi dan kemampuan militer lainnya.
Dalam beberapa hari terakhir, kelompok tersebut telah menewaskan puluhan warga sipil Yaman dalam serangan yang gagal terhadap militer AS, meskipun masih belum jelas berapa banyak warga sipil yang tewas akibat serangan AS.
Kampanye pengeboman AS juga menghadapi kritik dari beberapa anggota Parlemen Amerika atas biayanya yang tinggi dan kurangnya informasi publik tentang dampak serangan tersebut.
AS telah kehilangan sedikitnya lima pesawat nirawak MQ-9 Reaper—masing-masing bernilai sekitar USD30 juta.
Houthi mengEklaim telah menembak jatuh pesawat-pesawat itu, beberapa di antaranya dioperasikan oleh Angkatan Udara AS sementara yang lainnya adalah milik badan-badan pemerintah Amerika lainnya.
Namun, operasi tersebut—yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump dan kepala Pentagon Pete Hegseth—tampaknya telah merusak infrastruktur senjata Houthi, termasuk fasilitas penyimpanan dan depot manufaktur.
Minggu lalu, Komando Pusat (CENTCOM) AS mengumumkan telah menghancurkan pelabuhan bahan bakar di Yaman barat, bagian dari upaya yang dikatakannya dimaksudkan untuk memutus sumber pendapatan kelompok tersebut.
Menteri Informasi Yaman Moammar Al-Eryani menggambarkan serangan militer AS sebagai respons alami terhadap serangan Houthi terhadap kapal-kapal pengiriman internasional dan ancaman terhadap perdagangan global.
Lihat Juga :