Pakar Ungkap Mengapa Putin Inginkan Pangkalan di Indonesia, Ada Kaitannya dengan AS

Jum'at, 18 April 2025 - 10:55 WIB
loading...
A A A
“Saya pikir itu adalah upaya untuk mengatakan, 'Baiklah, mari kita lihat sejauh mana Jakarta akan melangkah'," kata Sussex, menambahkan bahwa dengan mundurnya AS: "Ketika ada kekosongan, kekosongan itu akan terisi."

Indonesia, tentu saja, bukan satu-satunya tempat yang ingin dimasuki Rusia.

Antara tahun 2004 dan 2023 Rusia adalah pemasok senjata terbesar dalam hal nilai di Asia Tenggara, dengan 25% dari pasar senilai USD42 miliar, meskipun pangsa itu telah turun sejak saat itu.

Namun karena Rusia menjalankan ekonomi masa perang, Rusia mungkin mencari pasar baru jika perang di Ukraina berakhir.

"Pabrik-pabrik [senjata] itu tidak akan mudah dialihkan untuk membuat mesin cuci," kata Sussex.

"Jadi mereka akan berusaha enjual senjata ke seluruh dunia, dan jelas klien-klien Asia ini memiliki banyak uang dan berada di wilayah yang penuh ketegangan, jadi pembeli yang bersedia," paparnya.

Di Myanmar yang dilanda perang, Rusia merupakan sekutu utama dan pemasok senjata. Tahun ini, pemimpin junta Myanmar melakukan perjalanan ke Moskow untuk menyerahkan hadiah berupa enam ekor gajah, yang bertepatan dengan pengiriman enam jet tempur Rusia ke Myanmar.

Kedua negara juga menandatangani perjanjian untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir skala kecil di Myanmar. Rusia telah berhasil mengunci negara-negara lain dalam kemitraan jangka panjang seperti itu, tetapi Rusia kesulitan untuk meniru keberhasilan itu di Asia Tenggara.

“Ini adalah permainan yang diketahui dari Rusia,” kata Sam Cranny-Evans, editor berita dan konsultan Calibre Defence yang berbasis di Inggris.

“Pembangkit listriknya di Turki akan dioperasikan dan dimiliki oleh Rusia setidaknya selama satu dekade, dan Rosatom telah menandatangani banyak perjanjian dengan negara-negara Afrika untuk proyek serupa, membangun hubungan dekat dan ketergantungan seperti yang dilakukannya," terangnya.

Bahkan jika tawaran Rusia untuk Biak tidak membuahkan hasil, Putin telah menanamkan ide tersebut di benak sekutu regional tradisional AS, yang rasa amannya telah terganggu.

“Putin sering dianggap sebagai ahli strategi,” kata Sussex dari ANU.

“Saya pikir keahliannya lebih pada taktik, dalam bersikap oportunis, dan membuatnya tampak seperti strategi.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved