Balas Perang Tarif Trump, Presiden China Xi Jinping Galang Kekuatan di ASEAN

Kamis, 17 April 2025 - 20:15 WIB
loading...
A A A
Xi Jinping berusaha menenangkan kekhawatiran ini dengan mendorong Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan, namun hingga kini belum ada kesepakatan final.

Meski demikian, banyak pengamat melihat pendekatan ekonomi China berhasil "melunakkan" posisi sebagian negara ASEAN, terutama yang lebih tergantung pada investasi Beijing.

Soft Power China: Budaya, Pendidikan, dan Media


Selain aspek ekonomi dan diplomasi, China juga menggalang kekuatan di ASEAN melalui pendekatan soft power.

Institut Konfusius yang menyebarkan budaya dan bahasa Mandarin dibuka di banyak universitas di Asia Tenggara.

Beasiswa pendidikan ke China juga diperbanyak, memberikan peluang kepada mahasiswa ASEAN untuk belajar di Negeri Panda.

Media milik negara seperti CGTN dan Xinhua memperkuat kehadiran di negara-negara ASEAN dengan konten berbahasa lokal, menyampaikan perspektif China tentang isu-isu global.

Semua ini dilakukan dalam rangka membentuk opini publik yang lebih ramah terhadap Beijing dan menyaingi narasi barat yang sering kali kritis terhadap China.

Perubahan Tata Dunia: Dari Uni-Polarisasi ke Multi-Polarisasi


Langkah Xi Jinping menggalang kekuatan di ASEAN adalah bagian dari strategi besar China untuk menciptakan tatanan dunia multipolar.

Dalam dunia yang tidak lagi didominasi satu kekuatan tunggal seperti AS, China ingin menjadi salah satu poros utama yang menentukan arah kebijakan global.

Dengan menggandeng ASEAN, China mengukuhkan posisi sebagai pemimpin kawasan, memperkuat jaring ekonomi regional, dan menantang dominasi AS baik dalam perdagangan, teknologi, maupun pengaruh politik.

Pertarungan yang Masih Panjang


Perang tarif yang dilancarkan Trump mungkin hanya salah satu babak dalam persaingan panjang antara AS dan China.

Namun, respons Xi Jinping yang cerdas dan strategis melalui pendekatan kerja sama dengan ASEAN menunjukkan China tidak hanya bertahan, tetapi juga berbalik menyerang dengan membentuk poros ekonomi-politik baru di Asia Tenggara.

Di tengah ketidakpastian global, ASEAN kini berada dalam posisi krusial. Apakah akan tetap menjadi kawasan netral yang menjembatani dua kekuatan dunia, atau akan terjebak dalam tarik-menarik kepentingan antara Beijing dan Washington?

Satu hal yang pasti, langkah Xi Jinping menggalang kekuatan di ASEAN telah mengubah peta geopolitik Asia dan akan terus bergaung dalam dekade-dekade mendatang.

Baca juga: Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran, Apa Alasannya?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Iran Menggila! Markas...
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
Serangan AS Nyaris Hantam...
Serangan AS Nyaris Hantam Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!
Rekomendasi
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Piala Dunia 2026 Bikin...
Piala Dunia 2026 Bikin FIFA Tajir, Lebih dari Rp136 Triliun Masuk Kantong
Seleksi Mandiri Nilai...
Seleksi Mandiri Nilai UTBK Universitas Brawijaya 2026 Resmi Dibuka, Cek Infonya
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved