Balas Perang Tarif Trump, Presiden China Xi Jinping Galang Kekuatan di ASEAN

Kamis, 17 April 2025 - 20:15 WIB
loading...
A A A
Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Laos, Kamboja, dan Myanmar menjadi tujuan utama investasi BRI.

Proyek-proyek besar seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pelabuhan di Malaysia dan Myanmar, serta jalur logistik di Kamboja menjadi simbol kehadiran ekonomi China di kawasan.

Investasi ini bukan sekadar aliran modal, tetapi juga sarana memperluas pengaruh politik dan diplomatik.

Negara-negara ASEAN yang menerima investasi dalam jumlah besar cenderung memiliki sikap yang lebih lunak terhadap isu-isu sensitif seperti Laut China Selatan atau kebijakan dalam negeri Beijing.

Diplomasi Multilateral: RCEP dan Perdagangan Bebas


Selain pendekatan bilateral, Xi Jinping juga mendorong diplomasi multilateral di tingkat regional. Salah satu terobosan terbesarnya adalah penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada tahun 2020.

RCEP adalah pakta dagang yang melibatkan 15 negara Asia-Pasifik termasuk semua anggota ASEAN, China, Jepang, Korea Selatan (Korsel), Australia, dan Selandia Baru.

RCEP menjadi blok perdagangan terbesar di dunia, menutupi hampir sepertiga ekonomi global. Ini menjadi sinyal kuat bahwa Asia, dipimpin oleh China, masih berkomitmen pada perdagangan bebas, berbeda dari pendekatan proteksionisme yang diusung pemerintahan Trump.

Reaksi ASEAN: Kesempatan atau Ketergantungan?


Meski tawaran kerja sama dari China menggiurkan, negara-negara ASEAN juga dihadapkan pada dilema strategis.

Di satu sisi, China menawarkan bantuan ekonomi nyata yang mampu mendorong pembangunan nasional.

Di sisi lain, ketergantungan terhadap China dapat menimbulkan risiko geopolitik dan ekonomi jangka panjang.

Beberapa negara seperti Kamboja dan Laos menunjukkan kecenderungan mendekat kuat ke Beijing, sementara negara seperti Vietnam dan Filipina lebih hati-hati dan berusaha menjaga keseimbangan dengan tetap mempertahankan hubungan baik dengan AS dan sekutu barat lainnya.

Indonesia sendiri berada di posisi tengah, menerima investasi China tetapi tetap menjaga kedaulatan dan kebijakan luar negeri yang bebas aktif.

Dalam beberapa kasus, seperti revisi proyek Kereta Cepat atau penolakan terhadap dominasi tenaga kerja asing, Indonesia menunjukkan batas-batas kerja sama yang masih dijaga.

Laut China Selatan: Ujian Sebenarnya


Salah satu isu yang menjadi batu sandungan hubungan China dan ASEAN adalah Laut China Selatan.

Klaim China atas hampir seluruh wilayah tersebut bertabrakan dengan klaim beberapa negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam, dan Malaysia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Heboh! 100 Lebih Politisi...
Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel
Rekomendasi
Pendaftaran Calon Bintara...
Pendaftaran Calon Bintara PK Pria TNI AL 2026 Kembali Dibuka, Lulusan SMA-D3 Bisa Daftar
Seleksi Mandiri Nilai...
Seleksi Mandiri Nilai UTBK Universitas Brawijaya 2026 Resmi Dibuka, Cek Infonya
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved