Eksekusi Mati hingga Sengketa Dagang: Titik Kritis Hubungan China-Kanada
Minggu, 13 April 2025 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
“Pemerintah China tidak sungguh-sungguh tertarik untuk meningkatkan hubungan bilateral," tutur Kovrig.
Baca Juga: Whistleblower: Zuckerberg Bermitra dengan China, Partai Komunis Bisa Akses Data Pengguna Meta
Eksekusi terbaru merupakan perkembangan yang "sangat meresahkan", yang hanya akan memperburuk hubungan, kata Vina Nadjibulla, wakil presiden penelitian dan strategi di Asia Pacific Foundation of Canada.
"Bagi orang-orang yang berharap bahwa dalam iklim saat ini China mungkin ingin memperkuat hubungan dengan Kanada, ini menunjukkan bahwa itu sebenarnya tidak terjadi. Ini adalah perkembangan yang jelas dan mengganggu dalam hubungan bilateral," jelasnya.
Maret tahun ini, China mengumumkan tarif 100 persen untuk minyak kanola, bungkil minyak, dan impor kacang polong Kanada, serta bea masuk 25 persen untuk produk akuatik dan daging babi. Pemerintah Kanada telah menyatakan kekhawatirannya atas sengketa perdagangan dengan China.
“Ada sejumlah mitra di Asia yang dapat memperkuat hubungan dengan kita. Tapi mitra di Asia yang memiliki nilai-nilai yang sama dengan kita tidak termasuk China,” sebut Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Ottawa mengatakan bahwa mereka “sangat kecewa” dengan keputusan Beijing, yang merugikan petani, bisnis di Kanada, dan konsumen di China. Kanada telah mengajukan keluhan terhadap China di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Menariknya, China juga tahun lalu telah mengajukan banding ke WTO terhadap praktik perdagangan Kanada dan meluncurkan penyelidikan antidumping terhadap impor produk rapeseed Kanada. Sekarang, tarif dan bea masuk terbaru China telah memperburuk masalah tersebut.
Menteri Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng mengatakan bahwa “tarif yang tidak dapat dibenarkan” oleh China sangatlah mengecewakan. “Kanada tidak menerima premis investigasi China, maupun temuannya,” tegas dia.
Baca Juga: Whistleblower: Zuckerberg Bermitra dengan China, Partai Komunis Bisa Akses Data Pengguna Meta
Eksekusi terbaru merupakan perkembangan yang "sangat meresahkan", yang hanya akan memperburuk hubungan, kata Vina Nadjibulla, wakil presiden penelitian dan strategi di Asia Pacific Foundation of Canada.
"Bagi orang-orang yang berharap bahwa dalam iklim saat ini China mungkin ingin memperkuat hubungan dengan Kanada, ini menunjukkan bahwa itu sebenarnya tidak terjadi. Ini adalah perkembangan yang jelas dan mengganggu dalam hubungan bilateral," jelasnya.
Maret tahun ini, China mengumumkan tarif 100 persen untuk minyak kanola, bungkil minyak, dan impor kacang polong Kanada, serta bea masuk 25 persen untuk produk akuatik dan daging babi. Pemerintah Kanada telah menyatakan kekhawatirannya atas sengketa perdagangan dengan China.
“Ada sejumlah mitra di Asia yang dapat memperkuat hubungan dengan kita. Tapi mitra di Asia yang memiliki nilai-nilai yang sama dengan kita tidak termasuk China,” sebut Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Mengajukan Banding ke WTO
Ottawa mengatakan bahwa mereka “sangat kecewa” dengan keputusan Beijing, yang merugikan petani, bisnis di Kanada, dan konsumen di China. Kanada telah mengajukan keluhan terhadap China di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Menariknya, China juga tahun lalu telah mengajukan banding ke WTO terhadap praktik perdagangan Kanada dan meluncurkan penyelidikan antidumping terhadap impor produk rapeseed Kanada. Sekarang, tarif dan bea masuk terbaru China telah memperburuk masalah tersebut.
Menteri Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng mengatakan bahwa “tarif yang tidak dapat dibenarkan” oleh China sangatlah mengecewakan. “Kanada tidak menerima premis investigasi China, maupun temuannya,” tegas dia.
Lihat Juga :