Apa Itu Program Nuklir Iran Serta Apa Maunya AS dan Israel? Ini Penjelasannya

Jum'at, 11 April 2025 - 10:12 WIB
loading...
A A A
Namun, mereka juga mengatakan Iran akan membutuhkan waktu antara satu tahun hingga 18 bulan untuk membuat senjata nuklir. Beberapa pakar mengatakan perangkat "kasar" dapat dibuat dalam waktu enam bulan atau kurang.

Mengapa Trump Menarik Diri dari Kesepakatan Nuklir Iran pada 2018?


PBB, AS, dan Uni Eropa memberlakukan sanksi ekonomi yang luas terhadap Iran sejak 2010, atas kecurigaan bahwa program nuklirnya digunakan untuk mengembangkan bom.

Sanksi tersebut menghentikan Iran dari menjual minyak di pasar internasional dan membekukan aset luar negeri negara tersebut senilai USD100 miliar (£77 miliar). Ekonominya jatuh ke dalam resesi dan nilai mata uangnya jatuh ke rekor terendah, yang pada gilirannya menyebabkan inflasi melonjak.

Pada 2015, Iran dan enam kekuatan dunia—AS, China, Prancis, Rusia, Jerman, dan Inggris—menyetujui JCPOA setelah bertahun-tahun bernegosiasi.

Selain membatasi apa yang diizinkan Iran untuk dilakukan dengan program nuklirnya, sanksi tersebut memungkinkan IAEA untuk mengakses semua fasilitas nuklir Iran dan melakukan inspeksi terhadap lokasi yang mencurigakan.

Sebagai balasannya, negara-negara tersebut setuju untuk mencabut sanksi.

JCPOA ditetapkan berlangsung hingga 15 tahun, setelah itu pembatasan akan berakhir.

Ketika Donald Trump menjabat pada tahun 2018, dia menarik AS keluar dari JCPOA—padahal AS telah menjadi pilar utama perjanjian tersebut.

Trump mengatakan itu adalah "kesepakatan yang buruk" karena tidak permanen dan tidak membahas program rudal balistik Iran, di antara hal-hal lainnya.

Trump memberlakukan kembali sanksi AS sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum" untuk memaksa Iran merundingkan perjanjian baru dan yang diperluas.

Keputusan Trump dipengaruhi oleh sekutu regional Amerika yang menentang kesepakatan tersebut, terutama Israel.

Israel mengeklaim bahwa Iran masih mengejar program nuklir rahasia, dan memperingatkan bahwa Iran akan menggunakan miliaran dolar dalam keringanan sanksi untuk memperkuat kegiatan militernya.

Apa yang Diinginkan AS dan Israel Sekarang?


Pengumuman Trump tentang perundingan dengan Iran tampaknya mengejutkan Israel. Trump telah lama mengatakan bahwa dia akan membuat kesepakatan yang "lebih baik" daripada JCPOA, meskipun hingga saat ini Iran menolak untuk merundingkan kembali perjanjian tersebut.

Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika Iran tidak membuat kesepakatan baru, "akan ada pengeboman".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved