India Diversifikasi Impor, China Tak Lagi Jadi Andalan Utama

Minggu, 06 April 2025 - 06:51 WIB
loading...
A A A
Ketersediaan alternatif China yang lebih murah membuat produsen lokal kesulitan untuk memperluas operasi mereka, berinvestasi dalam teknologi baru, dan menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini berdampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di India.

Pergeseran India ke Arah Diversifikasi Impor


Menanggapi tantangan ini, India telah melakukan upaya signifikan untuk mengurangi ketergantungannya pada China untuk impor. Pergeseran ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mempromosikan kemandirian, meningkatkan manufaktur dalam negeri, dan menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan kompetitif.

Salah satu inisiatif utama yang mendorong pergeseran ini adalah “Atmanirbhar Bharat Abhiyan” (Kampanye India yang Mandiri), yang diluncurkan pemerintah pada tahun 2020.

Inisiatif ini bertujuan membangun kapasitas dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor asing, khususnya dari China. Visi ini sejalan dengan kampanye “Buatan India”, yang diluncurkan pada awal tahun 2014 untuk mempromosikan manufaktur lokal, menarik investasi asing, dan menciptakan lapangan kerja.

Melalui program-program ini, pemerintah telah berfokus pada penciptaan lingkungan kondusif bagi pertumbuhan industri dalam negeri. Ini termasuk mengurangi biaya berbisnis, meningkatkan kemudahan berbisnis, dan meningkatkan infrastruktur.

Dengan mengatasi berbagai masalah seperti pajak yang tinggi, hambatan regulasi, dan hambatan birokrasi, India bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih menarik bagi bisnis domestik dan internasional. Lebih jauh, pemerintah telah secara aktif mempromosikan pertumbuhan sektor-sektor seperti farmasi, elektronik, mesin, mobil, tekstil, dan pakaian jadi.

Impor India dari dunia tumbuh pada tingkat rata-rata 8% antara tahun 2019 dan 2024, meski ada fluktuasi. Namun, impor dari China tumbuh pada tingkat rata-rata yang lebih lambat yaitu 5%, yang menunjukkan berkurangnya ketergantungan pada barang-barang China.

Sementara impor dari dunia mengalami lonjakan signifikan pada 2021 dan 2022, impor dari China tumbuh lebih moderat, dengan penurunan pada tahun 2024.

Meningkatkan Daya Saing dan Membangun Kapabilitas Domestik


Pilar utama strategi India untuk mengurangi impor dari China adalah penekanan pada penguatan kapabilitas manufaktur domestik. Pemerintah telah berinvestasi besar dalam pengembangan sumber daya lokal, tenaga kerja terampil, dan infrastruktur teknologi untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar domestik dan internasional.

Hal ini terbukti di sektor-sektor seperti elektronik, di mana pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan manufaktur lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Meningkatnya fokus India pada pengembangan keterampilan juga menjadi aspek penting dari transformasi ini. Dengan didirikannya sejumlah pusat pengembangan keterampilan dan program pelatihan, negara ini bertujuan untuk mengembangkan tenaga kerja dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan berbagai sektor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved