Kenapa Kucing Caracal Menyerang Tentara Israel? Diduga Jadi Agen Hamas hingga Kekurangan Mangsa

Rabu, 26 Maret 2025 - 14:45 WIB
loading...
Kenapa Kucing Caracal...
Kucing Caracal menyerang tentara Israel. Foto/thekashmiriyat.co.uk
A A A
GAZA - Kucing caracal merupakan hewan liar yang mendiami berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah. Baru-baru ini, satwa tersebut menjadi perhatian usai munculnya laporan mengenai penyerangan caracal ke tentara Israel yang sangat jarang dan tidak umum terjadi.

Melansir The New Arab, caracal yang juga dikenal sebagai lynx gurun ditangkap pekan lalu setelah kedapatan menyerang tentara Israel di Gurun Naqab (Negev).

Hewan liar itu ditemukan di dekat Gunung Harif, dekat pangkalan militer Israel yang terletak di sepanjang perbatasan antara Israel dan Mesir.

Serangan caracal ke manusia terbilang sangat jarang terjadi. Hal ini didasarkan pada karakteristik hewan liar tersebut yang sebenarnya dikenal sebagai penyendiri dan umumnya menghindari manusia.

Lalu, apa sebenarnya alasan kucing caracal ini menyerang tentara Israel? Berikut ulasannya.

Kenapa Kucing Caracal Menyerang Tentara Israel?


Menyikapi laporan serangan kucing caracal kepada tentara Israel baru-baru ini, muncul berbagai spekulasi yang cukup menarik, khususnya dari media sosial. Di antaranya ada yang menyebut kucing liar itu sebagai agen Hamas.

Spekulasi tersebut merujuk pada klaim Israel bahwa banyak orang di Gaza yang berafiliasi dengan Hamas.

Maka dari itu, sebagian warganet bercanda dengan menyebut kucing caracal juga menjadi bagian kelompok pembela Palestina itu.

Kemudian, ada juga yang mengaitkan insiden tersebut sebagai hukuman Tuhan (azab) bagi tentara Zionis yang selama ini membombardir Gaza. Sebagian lainnya ikut bercanda menyebut hewan itu sebagai "antisemit”.

Terlepas dari spekulasi menggelitik yang dikeluarkan warganet, pihak berwenang Israel sebenarnya sudah buka suara.

Sementara ini, mereka menduga perilaku tak biasa dari caracal yang menyerang tentara Israel mungkin dipengaruhi kedekatan habitatnya dengan pangkalan militer.

Hal tersebut mungkin membuat Caracal lebih terbiasa dengan kehadiran manusia, sehingga sewaktu-waktu mereka mulai mendekat dan berani menggigit manusia karena alasan tertentu. Misalnya, karena diganggu atau dirusak rumahnya.

Kemudian, media Israel lainnya berspekulasi caracal telah menyeberang dari Mesir, meskipun tidak ada bukti yang diberikan.

Perbatasan gurun selama ini merupakan rumah bagi berbagai predator dan satwa liar non-predator, sehingga pertemuan semacam itu mungkin terjadi.

Kucing Caracal Mungkin Kekurangan Makanan


Kucing caracal yang menyerang tentara Israel lalu ditangkap saat bersembunyi di satu tempat dalam kondisi sedang mengunyah rumput sintetis.

Melansir Jordan News, Dr. Amr Abdelsamia, ahli biologi molekuler di Universitas Kairo menduga fakta caracal sedang mengunyah rumput buatan menunjukkan ia mungkin sedang kesulitan atau kekurangan mangsa.

Kondisi itu mungkin menjadi salah satu alasan utama caracal berani masuk ke daerah yang dihuni manusia dan menyerang mereka. Biasanya, caracal hanya memangsa hewan kecil seperti kelinci, tikus, dan burung.

Namun, akibat perusakan habitat alaminya dan perburuan berlebihan yang memengaruhi jumlah populasinya, hal demikian mungkin mendorongnya untuk mendekati daerah manusia untuk mencari makanan atau tempat berlindung yang baru.

Selain masalah kurangnya mangsa, kemungkinan alasan lain yang tidak dikesampingkan adalah rabies.

Abdelsamia menunjukkan hewan yang terinfeksi rabies menunjukkan perubahan perilaku yang ekstrem, seperti kehilangan rasa takut terhadap manusia dan menjadi lebih agresif.

Demikian ulasan mengenai penyebab kucing caracal menyerang tentara Israel.

Baca juga: Sutradara Film Pemenang Oscar Dibebaskan setelah Ditahan dan Dipukuli Tentara Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
726 Tentara Israel Tewas...
726 Tentara Israel Tewas dan 4.576 Luka dalam Perang Melawan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved