Teori Aneh tentang Malaysia Airlines MH370 Lenyap Misterius: Ditembak Jatuh AS hingga Ditelan Black Hole
Senin, 24 Maret 2025 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa, dari 43 item puing mengambang yang telah ditemukan dari sekitar Samudra Hindia, jelas bahwa MH370 jatuh.
“Kami tahu dari analisis drift, di mana puing-puing yang mengapung kemungkinan besar berasal dan area kecelakaan secara umum…Ketika semua fakta ini selaras, maka Anda memiliki kasus yang bagus,” katanya.
Salah satu teori yang paling diterima oleh para ahli adalah bahwa Kapten Pilot Zaharie Ahmad Shah, atau mungkin co-pilot Fariq Abdul Hamid, sengaja mematikan perangkat pelacak pesawat sebelum secara manual mengambil kendali pesawat dan terbang hingga kehabisan bahan bakar sebagai bagian dari rencana “pembunuhan-bunuh diri”.
Ketika polisi menggerebek rumah Shah di Malaysia, mereka menemukan sistem simulator penerbangan yang menunjukkan bahwa dia telah menerbangkan rute simulasi ke tengah Samudra Hindia yang mirip dengan jalur penerbangan MH370—meskipun tidak ditemukan catatan bunuh diri dan tidak ada petunjuk dari siapa pun yang mengenal Shah bahwa dia punya alasan untuk merencanakan tindakan jahat tersebut.
Alvin Lie, kepala Asosiasi Pengguna Layanan Transportasi Udara Indonesia, mengatakan kepada news.com.au bahwa kasus tersebut membingungkan di zaman modern.
“Dari sudut pandang teknologi, itu tidak masuk akal dan tidak logis dengan semua teknologi yang tersedia saat ini. Mudah untuk melacak pesawat, bahkan jika alat pelacaknya sendiri telah dinonaktifkan,” katanya.
“Yang lebih aneh lagi, pesawat itu terbang dari Malaysia ke wilayah udara Vietnam dan kemudian kembali ke Malaysia dan perbatasan dengan Indonesia, lalu hilang,” ujarnya.
“Di kawasan Asia Tenggara, kita memiliki negara adikuasa teknologi yaitu Singapura,” imbuh dia.
Lie mengatakan, ketika pesawat lain jatuh di wilayah tersebut, seperti Adam Air Penerbangan 574 yang jatuh ke Selat Makassar di Indonesia pada 1 Januari 2007 dan menewaskan seluruh 102 orang di dalamnya, otoritas Singapura berhasil menemukannya hampir seketika menggunakan data pelacakan udara mereka.
“Saya tidak punya teori apa pun tentang pesawat itu, dan saya bukan penganut teori konspirasi, tetapi sangat aneh bahwa pesawat sebesar itu bisa lenyap tanpa jejak,” katanya.
“Kami tahu dari analisis drift, di mana puing-puing yang mengapung kemungkinan besar berasal dan area kecelakaan secara umum…Ketika semua fakta ini selaras, maka Anda memiliki kasus yang bagus,” katanya.
Salah satu teori yang paling diterima oleh para ahli adalah bahwa Kapten Pilot Zaharie Ahmad Shah, atau mungkin co-pilot Fariq Abdul Hamid, sengaja mematikan perangkat pelacak pesawat sebelum secara manual mengambil kendali pesawat dan terbang hingga kehabisan bahan bakar sebagai bagian dari rencana “pembunuhan-bunuh diri”.
Ketika polisi menggerebek rumah Shah di Malaysia, mereka menemukan sistem simulator penerbangan yang menunjukkan bahwa dia telah menerbangkan rute simulasi ke tengah Samudra Hindia yang mirip dengan jalur penerbangan MH370—meskipun tidak ditemukan catatan bunuh diri dan tidak ada petunjuk dari siapa pun yang mengenal Shah bahwa dia punya alasan untuk merencanakan tindakan jahat tersebut.
Alvin Lie, kepala Asosiasi Pengguna Layanan Transportasi Udara Indonesia, mengatakan kepada news.com.au bahwa kasus tersebut membingungkan di zaman modern.
“Dari sudut pandang teknologi, itu tidak masuk akal dan tidak logis dengan semua teknologi yang tersedia saat ini. Mudah untuk melacak pesawat, bahkan jika alat pelacaknya sendiri telah dinonaktifkan,” katanya.
“Yang lebih aneh lagi, pesawat itu terbang dari Malaysia ke wilayah udara Vietnam dan kemudian kembali ke Malaysia dan perbatasan dengan Indonesia, lalu hilang,” ujarnya.
“Di kawasan Asia Tenggara, kita memiliki negara adikuasa teknologi yaitu Singapura,” imbuh dia.
Lie mengatakan, ketika pesawat lain jatuh di wilayah tersebut, seperti Adam Air Penerbangan 574 yang jatuh ke Selat Makassar di Indonesia pada 1 Januari 2007 dan menewaskan seluruh 102 orang di dalamnya, otoritas Singapura berhasil menemukannya hampir seketika menggunakan data pelacakan udara mereka.
“Saya tidak punya teori apa pun tentang pesawat itu, dan saya bukan penganut teori konspirasi, tetapi sangat aneh bahwa pesawat sebesar itu bisa lenyap tanpa jejak,” katanya.
(mas)
Lihat Juga :