PBB Tuduh Rusia Dukung Tentara Bayaran Wagner Group di Libya

Sabtu, 05 September 2020 - 08:23 WIB
loading...
A A A
Laporan PBB menyimpulkan bahwa dukungan logistik langsung Rusia untuk Wagner Group, dan kemungkinan perusahaan militer swasta lainnya yang berbasis di Federasi Rusia, telah meningkat secara signifikan dari Januari hingga Juni 2020.

Laporan tersebut termasuk 338 penerbangan mencurigakan oleh pesawat militer Federasi Rusia antara 1 November 2019 hingga 31 Agustus 2020.

Pengawas sanksi mengatakan dalam laporan rahasia pada Mei bahwa Wagner Group Rusia memiliki hingga 1.200 personel yang ditempatkan di Libya. (Baca juga: Rusia Diduga Kerahkan Sistem Rudal S-400 ke Libya )

Libya mengalami kekacauan setelah penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011 oleh rakyatnya yang memberontak dengan dukungan dari NATO. Sejak 2014, negara itu telah terpecah, dengan pemerintah yang diakui secara internasional mengendalikan Ibu Kota Libya; Tripoli, dan bagian barat laut, sedangkan kubu Haftar menguasai bagian timur Libya.

Haftar didukung oleh Mesir, UEA dan Rusia. Sedangkan Turki mendukung pemerintah Tripoli. "Embargo senjata tetap sama sekali tidak efektif," bunyi laporan PBB, seperti dikutip Reuters, Jumat (4/9/2020). "Sejak keterlibatan lebih langsung oleh Turki pada Desember 2019 dan UEA pada Januari 2020, transfer senjata ke Libya oleh kedua negara ini telah menyebar luas dan terang-terangan dengan mengabaikan langkah-langkah sanksi," lanjut laporan itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Slovenia Larang Pesawat...
Slovenia Larang Pesawat Israel Mendarat di Bandaranya, Kenapa?  
Rekomendasi
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved