Senator Top AS: Ukraina Bisa Lebih Buruk daripada Afghanistan
Senin, 10 Maret 2025 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
"Kami ingin melakukan apa pun yang kami bisa untuk membuat Ukraina serius dalam menyelesaikan sesuatu," kata Trump.
Bantuan AS untuk Ukraina terhenti tiba-tiba minggu lalu setelah ketegangan antara Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuncak selama pertemuan di Oval Office pada 28 Februari yang berubah menjadi adu mulut.
Sebagai dampak dari pertemuan itu, Rusia telah melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap Ukraina.
Zelensky telah mengunjungi Gedung Putih untuk menandatangani kesepakatan yang akan memberikan kepemilikan AS atas mineral tanah langka Ukraina. Namun, Zelensky meninggalkan Gedung Putih tanpa kesepakatan setelah presiden Ukraina tersebut bersikeras pada jaminan keamanan dan Trump serta Vance menuduhnya tidak cukup bersyukur atas dukungan berkelanjutan Amerika Serikat.
"Kami mencoba mengintegrasikan ekonomi kami. Kami mencoba memastikan bahwa Ukraina memiliki nilai bagi ekonomi Amerika —situasi yang saling menguntungkan," kata Graham, yang sebelumnya telah meminta Zelensky untuk mengundurkan diri setelah perseteruan di Oval Office.
Trump pada hari Minggu menegaskan bahwa Ukraina kini siap menandatangani perjanjian mineral tanah langka. Namun, dia mengatakan bahwa Kyiv masih belum menunjukkan keinginan yang memadai untuk perdamaian, meskipun dia yakin hal itu akan berubah dalam beberapa hari mendatang.
"Saya ingin mereka menginginkan perdamaian sekarang. Nah, saat ini mereka belum menunjukkannya sejauh yang seharusnya," kata Trump kepada wartawan di Air Force One.
Bantuan AS untuk Ukraina terhenti tiba-tiba minggu lalu setelah ketegangan antara Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuncak selama pertemuan di Oval Office pada 28 Februari yang berubah menjadi adu mulut.
Sebagai dampak dari pertemuan itu, Rusia telah melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap Ukraina.
Zelensky telah mengunjungi Gedung Putih untuk menandatangani kesepakatan yang akan memberikan kepemilikan AS atas mineral tanah langka Ukraina. Namun, Zelensky meninggalkan Gedung Putih tanpa kesepakatan setelah presiden Ukraina tersebut bersikeras pada jaminan keamanan dan Trump serta Vance menuduhnya tidak cukup bersyukur atas dukungan berkelanjutan Amerika Serikat.
"Kami mencoba mengintegrasikan ekonomi kami. Kami mencoba memastikan bahwa Ukraina memiliki nilai bagi ekonomi Amerika —situasi yang saling menguntungkan," kata Graham, yang sebelumnya telah meminta Zelensky untuk mengundurkan diri setelah perseteruan di Oval Office.
Trump pada hari Minggu menegaskan bahwa Ukraina kini siap menandatangani perjanjian mineral tanah langka. Namun, dia mengatakan bahwa Kyiv masih belum menunjukkan keinginan yang memadai untuk perdamaian, meskipun dia yakin hal itu akan berubah dalam beberapa hari mendatang.
"Saya ingin mereka menginginkan perdamaian sekarang. Nah, saat ini mereka belum menunjukkannya sejauh yang seharusnya," kata Trump kepada wartawan di Air Force One.
Lihat Juga :