5 Fakta Noa Argamani, Eks Sandera Israel Keturunan China yang Berhasil Selamat setelah Dibom Zionis

Rabu, 26 Februari 2025 - 15:01 WIB
loading...
5 Fakta Noa Argamani,...
Noa Argamani, warga Israel keturunan China yang dibebaskan Hamas setelah disandera di Gaza. Foto/anews.com
A A A
JALUR GAZA - Noa Argamani merupakan warga Israel yang sempat ditawan Hamas setelah Operasi Badai Al-Aqsa 7 Oktober 2023. Dia kemudian bebas dan pulang ke rumahnya pada Juni 2024.

Setelah pembebasan Noa, muncul banyak klaim buruk soal perlakuan Hamas kepadanya selama di tahanan. Lelah dengan kebohongan semacam ini, dia lalu buka suara dan menyangkal klaim tersebut.

Noa sendiri mengaku tidak pernah dipukuli anggota Hamas selama ditawan. Terkait luka yang didapat, dia menerimanya saat tembok di sana runtuh akibat dibom pilot Angkatan Udara Israel (IAF).

Fakta Noa Argamani

1. Punya Darah Keturunan China


Noa Argamani lahir pada 1999 di Israel. Dia diketahui memiliki latar belakang keluarga campuran dengan ibunya berasal dari China dan ayahnya warga Israel.

Mengutip Independent UK, ibunya yang bernama Liora Argamani lahir di Wuhan, China. Dia kemudian menikah dengan pria Israel bernama Yaakov Argamani dan mulai menetap di negara Yahudi tersebut.

Sebelum pertemuannya dengan Yaakov, Liora datang ke Israel untuk keperluan studi. Takdir membuatnya menikah dengan Yaakov dan dikarunia seorang putri bernama Noa Argamani.

2. Diculik Saat Festival Musik


Sebelum insiden penculikan, Noa menjalani kehidupan sebagai mahasiswa biasa di Universitas Ben Gurion. Tak jarang, dia menikmati kegiatan sosial seperti menghadiri festival musik.

Pada 7 Oktober 2023, Noa menjadi salah satu dari lebih dari 250 sandera yang diculik Hamas dalam serangan mendadak ke Israel.

Dia ditangkap saat menonton Festival Musik Supernova di dekat Re’im, Israel, bersama pacarnya yang bernama Avinatan Or.

3. Sempat Dipindahkan ke Beberapa Lokasi sebelum Bebas


Selama masa penyanderaan di Gaza, Noa disebutkan sempat berpindah lokasi tahanan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari deteksi dari pasukan Israel yang berusaha mencari keberadaan para sandera.

Pada 8 Juni 2024, Noa berhasil diselamatkan dalam operasi militer yang dipimpin IDF di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza.

Terlepas dari pembebasan itu, serangan IDF waktu itu menyebabkan banyak warga Palestina tewas dan terluka, sehingga menimbulkan kontroversi serta kecaman internasional.

4. Kembali ke Israel dan Bertemu Keluarga


Penyelamatan Noa jatuh di hari yang sama dengan hari ulang tahun ayahnya. Setelah pembebasan, Noa akhirnya bisa kembali bertemu dengan keluarga, termasuk ibunya yang sedang berjuang melawan kanker otak.

Namun, ibunya itu meninggal dunia tak lama setelah Noa bebas. Hal tersebut diakibatkan penyakit kanker otak yang sudah memasuki stadium akhir.

5. Tolak Klaim Dipukuli Hamas


Beberapa waktu setelah bebas, Noa berbagi pengalamannya saat ditawan Hamas. Namun, dia menolak klaim yang menyebut anggota Hamas memperlakukannya dengan buruk seperti memukulinya sampai terluka.

Noa melalui akun media sosial miliknya meluruskan berita bohong yang diumbar media Israel. Dia dengan tegas mengatakan tidak dipukuli dan rambutnya tidak dipotong oleh Hamas saat ditahan

Terkait luka yang didapat, Noa mengaku menerimanya akibat reruntuhan gedung di sana setelah dibom Angkatan Udara Israel (IAF).

"Saya katakan, kepala saya terluka dan sekujur tubuh saya terluka bukan karena mereka (Hamas). Sebagai korban 7 Oktober, saya tidak akan membiarkan diri saya menjadi korban media lagi," ucap Noa, dikutip dari Jerusalem Post, Rabu (26/2/2025).

Itulah beberapa fakta mengenai Noa Argamani, eks sandera asal Israel yang berhasil selamat setelah dibom IAF.

Baca juga: Hamas: Kesepakatan Dicapai Terkait Penundaan Israel dalam Pembebasan Warga Palestina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
5 Fakta Mengejutkan...
5 Fakta Mengejutkan Bahrain Adalah Sahabat Dekat Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved