Jet Tempur Israel Bombardir Lebanon, Berkeliaran di Atas Pemakaman Nasrallah
loading...

Jet-jet tempur Israel membombardir beberapa wilayah di Lebanon dan juga berkeliaran di atas pemakaman pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah yang dihadiri ribuan pelayat. Foto/Houssam Shbaro/Anadolu Agency
A
A
A
BEIRUT - Jet-jet tempur Israel telah membombadir beberapa kota di Lebanon timur dan selatan pada hari Minggu saat pemakaman pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah berlangsung.
Selain melakuan serangan udara, jet-jet tempur Zionis itu juga berkeliaran di atas pemakaman Nasrallah.
Mengutip laporan Anadolu, Senin (24/2/2024), serangan udara Zionis Israel terhadap Lebanon ini jelas merupakan pelanggaran gencatan senjata sedang berlangsung antara Israel dan Hizbullah.
Beberapa sumber di Lebanon mengatakan serangan udara tersebut menargetkan kota Zrariyeh, Zibqin, Al-Qlaiaah, Jannata, Deir Qanoun Al Naher, dan Maaroub di Lebanon selatan.
Kantor berita negara Lebanon, NNA, melaporkan seorang gadis Suriah terluka di dekat Al-Qlaiaah dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis.
Lebih lanjut, laporan NNA menyebutkan serangan udara Israel juga melanda daerah Brisa di Lebanon timur, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.
Sedangkan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa pesawat nirawak Israel terbang di atas Ibu Kota Lebanon, Beirut.
Namun, sumber-sumber Lebanon membantah klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa militer Lebanon, bukan Israel, yang mengoperasikan pesawat nirawak tersebut.
Militer Israel mengonfirmasi serangan udaranya di Lebanon, dengan mengeklaim bahwa serangan tersebut menargetkan lokasi militer Hizbullah. "Lokasi yang berisi amunisi roket dan senjata lainnya di Baalbek dan beberapa lokasi lain di Lebanon selatan, tempat aktivitas Hizbullah terdeteksi," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu mengeklaim bahwa beberapa platform roket hancur dalam serangan tersebut, yang bertepatan dengan partisipasi ribuan pelayat dalam pemakaman Nasrallah dan pemimpin senior Hizbullah Hashem Safieddine di Camille Chamoun Sports City, Beirut.
Militer Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata pada 27 November dengan lebih dari 1.000 pelanggaran yang dilaporkan oleh otoritas Lebanon, termasuk kematian sedikitnya 79 orang dan cedera pada 276 orang lainnya.
Perjanjian gencatan senjata tersebut mengakhiri perang lintas batas selama berbulan-bulan antara Israel dan Hizbullah yang meningkat menjadi konflik skala penuh pada bulan September.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan paling lambat 26 Januari, tetapi batas waktu diperpanjang hingga 18 Februari setelah Israel menolak mematuhinya.
Tentara Israel menarik diri dari kota-kota Lebanon selatan minggu lalu tetapi mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi jet-jet tempur Israel memang berkeliaran di atas upacara pemakaman Nasrallah yang dihadiri ribuan pelayat.
“Pesawat Angkatan Udara Israel yang saat ini terbang di atas Beirut, di atas pemakaman Hassan Nasrallah, menyampaikan pesan yang jelas: Mereka yang mengancam akan menghancurkan Israel dan menyerang Israel, akan berakhir,” katanya dalam sebuah pernyataan.
“Anda akan mengkhususkan diri dalam pemakaman, dan kami akan mengkhususkan diri dalam kemenangan,” imbuh Katz.
Selain melakuan serangan udara, jet-jet tempur Zionis itu juga berkeliaran di atas pemakaman Nasrallah.
Mengutip laporan Anadolu, Senin (24/2/2024), serangan udara Zionis Israel terhadap Lebanon ini jelas merupakan pelanggaran gencatan senjata sedang berlangsung antara Israel dan Hizbullah.
Beberapa sumber di Lebanon mengatakan serangan udara tersebut menargetkan kota Zrariyeh, Zibqin, Al-Qlaiaah, Jannata, Deir Qanoun Al Naher, dan Maaroub di Lebanon selatan.
Kantor berita negara Lebanon, NNA, melaporkan seorang gadis Suriah terluka di dekat Al-Qlaiaah dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis.
Lebih lanjut, laporan NNA menyebutkan serangan udara Israel juga melanda daerah Brisa di Lebanon timur, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.
Sedangkan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa pesawat nirawak Israel terbang di atas Ibu Kota Lebanon, Beirut.
Namun, sumber-sumber Lebanon membantah klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa militer Lebanon, bukan Israel, yang mengoperasikan pesawat nirawak tersebut.
Militer Israel mengonfirmasi serangan udaranya di Lebanon, dengan mengeklaim bahwa serangan tersebut menargetkan lokasi militer Hizbullah. "Lokasi yang berisi amunisi roket dan senjata lainnya di Baalbek dan beberapa lokasi lain di Lebanon selatan, tempat aktivitas Hizbullah terdeteksi," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu mengeklaim bahwa beberapa platform roket hancur dalam serangan tersebut, yang bertepatan dengan partisipasi ribuan pelayat dalam pemakaman Nasrallah dan pemimpin senior Hizbullah Hashem Safieddine di Camille Chamoun Sports City, Beirut.
Militer Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata pada 27 November dengan lebih dari 1.000 pelanggaran yang dilaporkan oleh otoritas Lebanon, termasuk kematian sedikitnya 79 orang dan cedera pada 276 orang lainnya.
Perjanjian gencatan senjata tersebut mengakhiri perang lintas batas selama berbulan-bulan antara Israel dan Hizbullah yang meningkat menjadi konflik skala penuh pada bulan September.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan paling lambat 26 Januari, tetapi batas waktu diperpanjang hingga 18 Februari setelah Israel menolak mematuhinya.
Tentara Israel menarik diri dari kota-kota Lebanon selatan minggu lalu tetapi mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi jet-jet tempur Israel memang berkeliaran di atas upacara pemakaman Nasrallah yang dihadiri ribuan pelayat.
“Pesawat Angkatan Udara Israel yang saat ini terbang di atas Beirut, di atas pemakaman Hassan Nasrallah, menyampaikan pesan yang jelas: Mereka yang mengancam akan menghancurkan Israel dan menyerang Israel, akan berakhir,” katanya dalam sebuah pernyataan.
“Anda akan mengkhususkan diri dalam pemakaman, dan kami akan mengkhususkan diri dalam kemenangan,” imbuh Katz.
(mas)
Lihat Juga :