alexametrics

Penembakan Massal di Jerman Tewaskan 8 Orang, 1 Orang Ditangkap

loading...
Penembakan Massal di Jerman Tewaskan 8 Orang, 1 Orang Ditangkap
Seorang petugas polisi di Jerman siaga di sebuah ruas jalan setelah dua bar hookah di Hanau ditembaki pria bersenjata, Rabu (19/2/2020) malam. Delapan orang tewas dalam serangan tersebut. Foto/REUTERS
A+ A-
HANAU - Polisi di Jerman menangkap satu orang terkait penembakan massal di dua bar hookah di Hanau, Rabu malam. Penembakan yang dilakukan pelaku dari dalam mobil yang bergerak itu menewaskan delapan orang dan menyebabkan lima orang lainnya terluka.

Kejaksaan Jerman pada Kamis (20/2/2020) mengonfirmasi kematian delapan orang dalam penembakan massal. Mengutip surat kabar Bild, dua bar tempat mengisap hookah atau shisha yang diserang berada di Hanau, timur Frankfurt.

Motif penembakan massal masih belum diketahui. Menurut polisi, pelaku penembakan lebih dari satu orang dan pelaku utama belum ditemukan. (Baca: Dua Bar Hookah di Jerman Ditembaki, 8 Orang Tewas)



Sebelum delapan korban tewas dikonfirmasi Kejaksaan Jerman, polisi awalnya menyatakan delapan orang tersebut menderita luka fatal. "Menurut informasi terbaru, polisi sekarang dapat mengonfirmasi bahwa delapan orang menderita luka-luka fatal," bunyi pernyataan awal polisi Jerman semalam sebelum informasi diperbarui.

Dari delapan korban tewas, lima di antaranya ditemukan di Hanau's Cafe24 termasuk pemilik tempat itu. Menurut surat kabar Bild, delapan hingga sembilan tembakan juga diumbar di Kurt-Schumacher-Platz, lapangan tengah di Kesselstadt.

Polisi Jerman telah melakukan pencarian besar-besaran terhadap pelaku penembakan. Penyelidikan kriminal telah diluncurkan.

Petugas polisi menggunakan helikopter untuk memburu pelaku di dua wilayah. Sekadar diketahui, Hanau adalah kota berpenduduk 100.000 jiwa di negara bagian Hessen, Jerman.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak