Malaysia Dituduh Mengaburkan Misteri Lenyapnya MH370 Pembawa 239 Orang, Ini Alasannya
Jum'at, 14 Februari 2025 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Itu menyisakan waktu yang sempit tahun ini untuk pencarian oleh Ocean Infinity, yang diharapkan perusahaan itu akan dilakukan antara Januari hingga April, menurut Loke.
Ocean Infinity menolak berkomentar tentang kontrak yang tertunda itu.
Perusahaan mengarahkan Sky News ke pernyataan CEO Oliver Plunkett yang mengatakan perusahaan akan membagikan informasi terbaru lebih lanjut “setelah kami menyelesaikan rinciannya.”
Kementerian Transportasi Malaysia mengatakan pengacaranya “masih mempelajari perjanjian itu” dan “belum siap".
Penundaan pencarian MH370 ini berarti keluarga korban yang hilang harus terus menunggu kepastian setelah lebih dari satu dekade pencarian yang dilakukan secara berkala gagal menemukan orang yang mereka cintai atau apa pun selain serpihan pesawat.
Malaysia Airlines Penerbangan 370 hilang misterius setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur dan hendak menuju Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, China, pada 8 Maret 2014.
Dari tahun 2014 hingga 2017, Australia bergabung dengan Malaysia dan China untuk melakukan pencarian terluas dan termahal dalam sejarah penerbangan, yang mencakup 120.000 km persegi di dasar laut.
Namun, Bailey yakin bahwa pencarian itu "didasarkan pada kebohongan".
Ocean Infinity menolak berkomentar tentang kontrak yang tertunda itu.
Perusahaan mengarahkan Sky News ke pernyataan CEO Oliver Plunkett yang mengatakan perusahaan akan membagikan informasi terbaru lebih lanjut “setelah kami menyelesaikan rinciannya.”
Kementerian Transportasi Malaysia mengatakan pengacaranya “masih mempelajari perjanjian itu” dan “belum siap".
Penundaan pencarian MH370 ini berarti keluarga korban yang hilang harus terus menunggu kepastian setelah lebih dari satu dekade pencarian yang dilakukan secara berkala gagal menemukan orang yang mereka cintai atau apa pun selain serpihan pesawat.
Malaysia Airlines Penerbangan 370 hilang misterius setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur dan hendak menuju Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, China, pada 8 Maret 2014.
Dari tahun 2014 hingga 2017, Australia bergabung dengan Malaysia dan China untuk melakukan pencarian terluas dan termahal dalam sejarah penerbangan, yang mencakup 120.000 km persegi di dasar laut.
Namun, Bailey yakin bahwa pencarian itu "didasarkan pada kebohongan".
Lihat Juga :