Malaysia Dituduh Mengaburkan Misteri Lenyapnya MH370 Pembawa 239 Orang, Ini Alasannya

Jum'at, 14 Februari 2025 - 13:36 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan otoritas Australia keliru dalam mengutarakan teori bahwa pesawat itu jatuh karena kecelakaan, mengarahkan mereka ke area pencarian yang salah, padahal menurutnya, bukti menunjukkan adanya "pembunuhan-bunuh diri" oleh kapten pilot pesawat tersebut.

Mantan pilot Emirates itu yakin pencarian baru itu ditunda untuk menghindari terungkapnya fakta, yang menurutnya akan mempermalukan Australia dan membuat Malaysia rentan terhadap tuntutan ganti rugi yang besar oleh keluarga korban yang hilang.

"Jika MH370 ditemukan di Samudra Hindia bagian selatan, implikasi kewajiban bagi Malaysia akan sangat besar," katanya.

Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) tidak menanggapi klaim Bailey tentang upaya menutup-nutupi dugaan "pembunuhan-bunuh diri" itu, tetapi merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan bahwa "tidak perlu menentukan—dan tidak mengajukan klaim—tentang apa yang mungkin menyebabkan hilangnya pesawat itu."

Namun, pernyataan itu mengatakan bahwa bukti terbaik ATSB menunjukkan pesawat tersebut tidak berada di bawah kendali pilot saat jatuh.

Kementerian Transportasi Malaysia tidak menanggapi permintaan komentar. Laporan resmi negara itu tahun 2018 tidak memberikan kesimpulan tentang mengapa MH370 menghilang.

Apa pun penjelasan kecelakaan itu, Bailey yakin ketika persetujuan datang, Ocean Infinity akan mulai mencari di area yang diyakininya sebagai tempat peristirahatan pesawat yang paling mungkin.

"Kali ini akan ditemukan," katanya. "Tidak ada jalan lain."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved