Awas Perang Dunia III, Rusia Dilaporkan Bakal Serang Negara-negara NATO di Eropa
loading...

Badan Intelijen Pertahanan Denmark sebut Rusia kemungkinan akan serang negara-negara NATO di Eropa dalam 5 tahun ke depan. Ini bisa memicu Perang Dunia III. Foto/Ilustrasi Mail Online
A
A
A
KOPENHAGEN - Badan Intelijen Pertahanan Denmark (DDIS) merilis laporan baru yang memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan akan meluncurkan perang skala besar melawan negara-negara NATO di Eropa dalam lima tahun ke depan.
Jika itu benar-benar terjadi, maka Perang Dunia III tak terelakkan. Sebab, sesuai Pasal 5 NATO, serangan terhadap satu anggota aliansi akan direspons oleh seluruh anggota.
"Meskipun saat ini tidak ada ancaman serangan militer reguler terhadap Kerajaan [Denmark], kemungkinan ancaman militer dari Rusia akan meningkat selama beberapa tahun mendatang," bunyi laporan DDIS.
"Rusia kemungkinan besar akan lebih bersedia menggunakan kekuatan militer dalam perang regional melawan satu atau lebih negara NATO Eropa jika Rusia menganggap NATO lemah secara militer atau terpecah secara politik," lanjut laporan tersebut, seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (13/2/2025).
"Hal ini terutama berlaku jika Rusia menilai bahwa Amerika Serikat (AS) tidak dapat atau tidak akan mendukung negara-negara NATO Eropa dalam perang dengan Rusia," imbuh DDIS.
"Dalam situasi seperti itu, kesediaan Rusia untuk menggunakan kekuatan militer akan bergantung pada penilaian kemampuan lawan untuk membela diri dan merugikan Rusia."
Laporan tersebut juga mencatat bahwa dukungan ekonomi dan militer dari China, Korea Utara, dan Iran telah memperkuat pertahanan Rusia dan semakin berkontribusi dalam membebaskan sumber daya untuk pembangunan militer Rusia melawan NATO.
Penerbitan laporan DDIS muncul saat Presiden AS Donald Trump mendorong agar perang Rusia-Ukraina segera berakhir, dan utusan khususnya untuk kedua negara, Keith Kellogg, mengadakan diskusi dengan sekutu NATO untuk memahami kontribusi apa yang ingin mereka berikan pada rencana perdamaian.
Jika Trump mengakhiri perang atau membekukan konflik, laporan DDIS mencatat bahwa Rusia akan dapat membebaskan sumber daya militer yang signifikan dan dengan demikian meningkatkan kemampuan militernya untuk menimbulkan ancaman langsung terhadap NATO.
Jika itu benar-benar terjadi, maka Perang Dunia III tak terelakkan. Sebab, sesuai Pasal 5 NATO, serangan terhadap satu anggota aliansi akan direspons oleh seluruh anggota.
"Meskipun saat ini tidak ada ancaman serangan militer reguler terhadap Kerajaan [Denmark], kemungkinan ancaman militer dari Rusia akan meningkat selama beberapa tahun mendatang," bunyi laporan DDIS.
"Rusia kemungkinan besar akan lebih bersedia menggunakan kekuatan militer dalam perang regional melawan satu atau lebih negara NATO Eropa jika Rusia menganggap NATO lemah secara militer atau terpecah secara politik," lanjut laporan tersebut, seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (13/2/2025).
"Hal ini terutama berlaku jika Rusia menilai bahwa Amerika Serikat (AS) tidak dapat atau tidak akan mendukung negara-negara NATO Eropa dalam perang dengan Rusia," imbuh DDIS.
"Dalam situasi seperti itu, kesediaan Rusia untuk menggunakan kekuatan militer akan bergantung pada penilaian kemampuan lawan untuk membela diri dan merugikan Rusia."
Laporan tersebut juga mencatat bahwa dukungan ekonomi dan militer dari China, Korea Utara, dan Iran telah memperkuat pertahanan Rusia dan semakin berkontribusi dalam membebaskan sumber daya untuk pembangunan militer Rusia melawan NATO.
Penerbitan laporan DDIS muncul saat Presiden AS Donald Trump mendorong agar perang Rusia-Ukraina segera berakhir, dan utusan khususnya untuk kedua negara, Keith Kellogg, mengadakan diskusi dengan sekutu NATO untuk memahami kontribusi apa yang ingin mereka berikan pada rencana perdamaian.
Jika Trump mengakhiri perang atau membekukan konflik, laporan DDIS mencatat bahwa Rusia akan dapat membebaskan sumber daya militer yang signifikan dan dengan demikian meningkatkan kemampuan militernya untuk menimbulkan ancaman langsung terhadap NATO.
Lihat Juga :