Awas Perang Dunia III, Rusia Dilaporkan Bakal Serang Negara-negara NATO di Eropa

Kamis, 13 Februari 2025 - 13:19 WIB
loading...
Awas Perang Dunia III,...
Badan Intelijen Pertahanan Denmark sebut Rusia kemungkinan akan serang negara-negara NATO di Eropa dalam 5 tahun ke depan. Ini bisa memicu Perang Dunia III. Foto/Ilustrasi Mail Online
A A A
KOPENHAGEN - Badan Intelijen Pertahanan Denmark (DDIS) merilis laporan baru yang memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan akan meluncurkan perang skala besar melawan negara-negara NATO di Eropa dalam lima tahun ke depan.

Jika itu benar-benar terjadi, maka Perang Dunia III tak terelakkan. Sebab, sesuai Pasal 5 NATO, serangan terhadap satu anggota aliansi akan direspons oleh seluruh anggota.

"Meskipun saat ini tidak ada ancaman serangan militer reguler terhadap Kerajaan [Denmark], kemungkinan ancaman militer dari Rusia akan meningkat selama beberapa tahun mendatang," bunyi laporan DDIS.



"Rusia kemungkinan besar akan lebih bersedia menggunakan kekuatan militer dalam perang regional melawan satu atau lebih negara NATO Eropa jika Rusia menganggap NATO lemah secara militer atau terpecah secara politik," lanjut laporan tersebut, seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (13/2/2025).

"Hal ini terutama berlaku jika Rusia menilai bahwa Amerika Serikat (AS) tidak dapat atau tidak akan mendukung negara-negara NATO Eropa dalam perang dengan Rusia," imbuh DDIS.

"Dalam situasi seperti itu, kesediaan Rusia untuk menggunakan kekuatan militer akan bergantung pada penilaian kemampuan lawan untuk membela diri dan merugikan Rusia."

Laporan tersebut juga mencatat bahwa dukungan ekonomi dan militer dari China, Korea Utara, dan Iran telah memperkuat pertahanan Rusia dan semakin berkontribusi dalam membebaskan sumber daya untuk pembangunan militer Rusia melawan NATO.

Penerbitan laporan DDIS muncul saat Presiden AS Donald Trump mendorong agar perang Rusia-Ukraina segera berakhir, dan utusan khususnya untuk kedua negara, Keith Kellogg, mengadakan diskusi dengan sekutu NATO untuk memahami kontribusi apa yang ingin mereka berikan pada rencana perdamaian.

Jika Trump mengakhiri perang atau membekukan konflik, laporan DDIS mencatat bahwa Rusia akan dapat membebaskan sumber daya militer yang signifikan dan dengan demikian meningkatkan kemampuan militernya untuk menimbulkan ancaman langsung terhadap NATO.

DDIS memperkirakan bahwa dalam waktu enam bulan setelah pertempuran di Ukraina berakhir, Rusia akan mampu berperang di wilayah setempat dengan negara tetangga.

"Dan dalam waktu sekitar dua tahun akan menjadi ancaman nyata bagi satu atau lebih negara NATO dan dengan demikian siap untuk perang regional melawan beberapa negara di wilayah Laut Baltik," papar DDIS.

Badan intelijen tersebut juga mengatakan bahwa dalam skenario seperti itu, dalam waktu sekitar lima tahun Rusia dapat siap untuk perang skala besar di benua Eropa-di mana Amerika Serikat tidak terlibat.

Gagasan bahwa Rusia berpotensi menyerang Eropa bukanlah hal baru, dan sekutu di wilayah tersebut telah mempersiapkan pertahanan mereka untuk melawan ancaman apa pun dari Moskow.

Dalam sebuah unggahan di X, Anton Gerashchenko, mantan Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina, mengunggah terjemahan wawancara yang diberikan oleh Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen: "Jika kita mengakhiri perang ini sekarang, semacam konflik yang membeku, gencatan senjata, itu akan memberi Rusia kemungkinan untuk memobilisasi lebih banyak dana, orang, dan mungkin menyerang negara lain di Eropa."

"Rusia dan [Presiden Vladimir] Putin tidak hanya mengancam Ukraina tetapi kita semua," ujarnya.

Mengomentari laporan DDIS, Shashank Joshi, editor pertahanan di The Economist, menulis di X: "Bagian pentingnya adalah 'tanpa keterlibatan AS'. Lima tahun terdengar seperti waktu yang lama, sampai Anda mempertimbangkan berapa lama persenjataan Eropa yang serius akan berlangsung dan posisi awal masing-masing Eropa dan Rusia. Dan pertimbangkan cakupan terbatas dari apa yang telah kita kelola dalam tiga tahun 2022-2025."

John Foreman, mantan Atase Pertahanan Inggris di Moskow dan Kyiv, menulis di X: "Saya tidak berpikir Rusia memiliki kemampuan atau niat untuk melakukan perang ofensif. Saya juga sangat waspada terhadap badan intelijen Eropa yang dengan yakin membuat prediksi, mengingat ketidakmampuan mereka untuk memprediksi invasi Rusia pada Februari 2022. Atau Crimea pada tahun 2014."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
Meme Trump dan Penguin...
Meme Trump dan Penguin Viral Setelah AS Kenakan Tarif Pada Pulau Tanpa Penduduk
Negaranya Dilanda Gempa...
Negaranya Dilanda Gempa Tewaskan 3.100 Orang Lebih, Pemimpin Myanmar Kunjungan Luar Negeri
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, One Way Arah Jakarta dari Tol Kanci-Pejagan hingga GT Cikatama
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
Mantan Penerjun Payung...
Mantan Penerjun Payung Milier Siap Ukir Sejarah di Arena Tinju Bare Knuckle
Berita Terkini
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
29 menit yang lalu
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
1 jam yang lalu
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
2 jam yang lalu
Siapa Haitham bin Tariq?...
Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
3 jam yang lalu
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
4 jam yang lalu
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Islam dengan...
5 Negara Islam dengan Kekuatan Militer Terkuat di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved