Tegang dengan Rusia, AS Kerahkan 24 Jet Tempur Siluman F-22 Bermanuver Elephant Walk
loading...
A
A
A
Sayap Tempur ke-1 adalah salah satu unit terpenting di Angkatan Udara AS, yang mengoperasikan dan memelihara F-22 Raptor—jet tempur superioritas udara generasi kelima yang utama di dunia.
Unit tersebut juga mengoperasikan T-38 Talon, jet latih bermesin ganda yang mendukung pelatihan pilot Raptor.
Selain itu, unit itu merupakan rumah bagi satu-satunya Unit Pelatihan Formal F-22, yang bertanggung jawab untuk melatih dan mengembangkan pilot pesawat tempur elite.
Signifikansi strategis Elephant Walk F-22 ini merupakan kedua kalinya acara semacam itu dilakukan di Pangkalan Angkatan Udara Langley, dengan yang pertama terjadi pada tahun 2019, menurut laporan The Aviationist.
Pada tahun 2020, formasi yang terdiri dari 26 unit F-22 Raptor melakukan manuver Elephant Walk di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, sebuah acara yang menarik perhatian luas pada saat itu.
Mengingat status elite F-22, yang secara luas digambarkan sebagai pesawat tempur superioritas udara tercanggih di dunia, formasi skala besar seperti itu sering dipandang sebagai uji operasional dan alat pengiriman pesan strategis.
USAF sering memanfaatkan pertunjukan ini untuk memperkuat pencegahan terhadap musuh, memproyeksikan kekuatan dan kesiapan di panggung global.
Istilah "Elephant Walk" berasal dari Perang Dunia II ketika pesawat-pesawat pengebom Sekutu, yang bersiap untuk misi skala besar, meluncur dalam formasi dekat sebelum lepas landas.
Kemiripan visual dengan kawanan gajah yang bergerak dalam satu barisan menuju lubang air menyebabkan diadopsinya istilah tersebut.
Meskipun awalnya digunakan untuk menggambarkan pengerahan massal pesawat pengebom berat, di zaman modern, Elephant Walk terutama berfungsi sebagai latihan skala besar.
Unit tersebut juga mengoperasikan T-38 Talon, jet latih bermesin ganda yang mendukung pelatihan pilot Raptor.
Selain itu, unit itu merupakan rumah bagi satu-satunya Unit Pelatihan Formal F-22, yang bertanggung jawab untuk melatih dan mengembangkan pilot pesawat tempur elite.
Signifikansi strategis Elephant Walk F-22 ini merupakan kedua kalinya acara semacam itu dilakukan di Pangkalan Angkatan Udara Langley, dengan yang pertama terjadi pada tahun 2019, menurut laporan The Aviationist.
Pada tahun 2020, formasi yang terdiri dari 26 unit F-22 Raptor melakukan manuver Elephant Walk di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, sebuah acara yang menarik perhatian luas pada saat itu.
Mengingat status elite F-22, yang secara luas digambarkan sebagai pesawat tempur superioritas udara tercanggih di dunia, formasi skala besar seperti itu sering dipandang sebagai uji operasional dan alat pengiriman pesan strategis.
USAF sering memanfaatkan pertunjukan ini untuk memperkuat pencegahan terhadap musuh, memproyeksikan kekuatan dan kesiapan di panggung global.
Asal-usul Manuver Elephant Walk
Istilah "Elephant Walk" berasal dari Perang Dunia II ketika pesawat-pesawat pengebom Sekutu, yang bersiap untuk misi skala besar, meluncur dalam formasi dekat sebelum lepas landas.
Kemiripan visual dengan kawanan gajah yang bergerak dalam satu barisan menuju lubang air menyebabkan diadopsinya istilah tersebut.
Meskipun awalnya digunakan untuk menggambarkan pengerahan massal pesawat pengebom berat, di zaman modern, Elephant Walk terutama berfungsi sebagai latihan skala besar.
Lihat Juga :