Takut Dihantam Asteroid, China Bentuk Pertahanan Planet

Rabu, 12 Februari 2025 - 19:12 WIB
loading...
A A A
Li mengatakan bahwa jika asteroid 2024 YR4 menghantam daerah perkotaan, asteroid tersebut dapat melukai puluhan ribu orang.

Pada akhir Januari, NASA dan ESA sama-sama merilis estimasi independen yang menyatakan kemungkinan tabrakan dengan Bumi di atas 1 persen. Peluang tersebut, bersama dengan ukuran asteroid, menempatkannya di atas ambang batas bagi IAWN dan SMPAG untuk memulai respons.

Dalam estimasi yang dirilis akhir bulan lalu, ESA memperkirakan kemungkinan tabrakan sebesar 1,2 persen. Probabilitas tersebut dapat terus berubah – dan bahkan turun menjadi nol – saat para ilmuwan mengamati dan memperoleh lebih banyak data tentang asteroid tersebut.

Li mengatakan bahwa meskipun perhatian publik terfokus pada asteroid tersebut, "para ilmuwan sebenarnya tidak menganggapnya sebagai masalah yang sangat serius dan relatif tenang".

Asteroid tersebut, yang melintas dekat Bumi pada bulan Desember saat melakukan perjalanan empat tahun mengelilingi matahari, akan menghilang dari pandangan selama empat tahun ke depan.

Bulan-bulan berikutnya, para astronom akan menggunakan teleskop yang semakin kuat untuk memperoleh data sebanyak mungkin saat objek itu masih terlihat.

"Pada akhir pengamatan di bulan April, kami akan memiliki lebih banyak data, dan saat jendela pengamatan baru tiba pada tahun 2028, kami akan dapat menilai kemungkinan objek itu menghantam Bumi dengan lebih jelas," kata Li.

"Pada saat itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menyelenggarakan diskusi lain untuk memutuskan apakah akan merancang rencana pertahanan."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Murka! Iran: Kami Berhak...
Murka! Iran: Kami Berhak Balas Serangan AS
Rekomendasi
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Berita Terkini
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved