Takut Dihantam Asteroid, China Bentuk Pertahanan Planet

Rabu, 12 Februari 2025 - 19:12 WIB
loading...
A A A
"Di masa mendatang, kita tidak hanya harus memperkuat konfigurasi dan kinerja peralatan secara menyeluruh … tetapi juga membina tim yang berbakat yang didedikasikan untuk pertahanan asteroid dan menyumbangkan kearifan dan kekuatan China untuk melindungi keselamatan Bumi," kata Li.

Menurut profil daringnya, Li bekerja merancang rencana pertahanan asteroid yang inovatif. Situs tersebut mengatakan bahwa ia bermaksud mengusulkan rencana Tiongkok untuk peringatan dini dan pertahanan asteroid dekat Bumi.

China maju dalam robot humanoid, bioteknologi, dan antariksa, dalam rencana baru untuk menaklukkan masa depan

Pada bulan September, China meluncurkan rencana konseptual untuk misi pertamanya untuk mempertahankan diri dari asteroid dekat Bumi. Misi tersebut bertujuan untuk mengamati asteroid dan kemudian menabraknya dengan pesawat antariksa untuk mengubah jalurnya sekitar tahun 2030, menurut media pemerintah.

China juga merupakan bagian dari Jaringan Peringatan Asteroid Internasional (IAWN) dan Kelompok Penasihat Perencanaan Misi Luar Angkasa (SMPAG), dua badan internasional yang mengoordinasikan pembagian informasi dan respons terhadap asteroid dan objek dekat Bumi lainnya.

Asteroid 2024 YR4 cukup besar untuk menyebabkan kerusakan lokal jika terjadi benturan dengan Bumi.

Li mengatakan bahwa meskipun asteroid tersebut kemungkinan akan jatuh ke laut atau hancur saat memasuki atmosfer Bumi, jika benar-benar menghantam daratan, gelombang kejut dan radiasi yang dihasilkan dapat menghancurkan kota berukuran sedang.

Pada tahun 2013, sebuah asteroid berukuran lebar 20m menghantam Chelyabinsk, Rusia, dengan ledakan yang setara dengan 30 bom atom. Asteroid tersebut merusak 300 rumah dan melukai 1.500 orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Xi Mingze: Jejak Senyap...
Xi Mingze: Jejak Senyap Putri Tunggal Presiden China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved