Potret Raja Faisal II dari Irak Cium Tangan Ratu Elizabeth II di Inggris
Jum'at, 07 Februari 2025 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Tindakan ini bukan hanya menunjukkan hubungan formal antara kedua negara, tetapi juga menjadi cerminan dari etiket diplomatik yang sangat dijunjung tinggi dalam budaya monarki saat itu. Gestur ini juga bisa dilihat sebagai upaya untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Irak tetap berpegang teguh pada tradisi dan nilai-nilai kesopanan yang terhormat, meskipun berada dalam keadaan politik yang terus berubah.
Kunjungan Raja Faisal II ke Inggris pada tahun 1956 memiliki dampak yang signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral antara Irak dan Inggris.
Kunjungan ini memperlihatkan bahwa Irak berusaha membangun citra internasional yang positif, meskipun di tengah ketegangan internal dan dinamika politik yang berkembang di kawasan Timur Tengah. Selama kunjungan tersebut, kedua negara membahas berbagai masalah penting, termasuk perdagangan, keamanan, dan kebijakan luar negeri.
Namun, hanya dua tahun setelah kunjungan tersebut, pada 14 Juli 1958, Irak mengalami peristiwa besar yang mengubah jalannya sejarah negara tersebut. Raja Faisal II, bersama dengan seluruh keluarganya, terbunuh dalam sebuah revolusi yang menggulingkan monarki Irak dan mendirikan Republik Irak.
Meskipun kunjungan tersebut menandai salah satu momen diplomatik penting dalam hubungan Irak dan Inggris, perubahan politik yang cepat di kawasan Timur Tengah pada akhirnya menghapuskan monarki yang telah ada selama bertahun-tahun.
Dampak Kunjungan terhadap Hubungan Irak-Inggris
Kunjungan Raja Faisal II ke Inggris pada tahun 1956 memiliki dampak yang signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral antara Irak dan Inggris.
Kunjungan ini memperlihatkan bahwa Irak berusaha membangun citra internasional yang positif, meskipun di tengah ketegangan internal dan dinamika politik yang berkembang di kawasan Timur Tengah. Selama kunjungan tersebut, kedua negara membahas berbagai masalah penting, termasuk perdagangan, keamanan, dan kebijakan luar negeri.
Namun, hanya dua tahun setelah kunjungan tersebut, pada 14 Juli 1958, Irak mengalami peristiwa besar yang mengubah jalannya sejarah negara tersebut. Raja Faisal II, bersama dengan seluruh keluarganya, terbunuh dalam sebuah revolusi yang menggulingkan monarki Irak dan mendirikan Republik Irak.
Meskipun kunjungan tersebut menandai salah satu momen diplomatik penting dalam hubungan Irak dan Inggris, perubahan politik yang cepat di kawasan Timur Tengah pada akhirnya menghapuskan monarki yang telah ada selama bertahun-tahun.
(mas)
Lihat Juga :