Potret Raja Faisal II dari Irak Cium Tangan Ratu Elizabeth II di Inggris
Jum'at, 07 Februari 2025 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat kunjungan ke Inggris pada tahun 1956, dia masih memerintah di Irak, meskipun negara tersebut mengalami ketegangan politik yang intens, yang akhirnya berujung pada perubahan besar dalam struktur kekuasaan pada tahun 1958.
Pada tahun 1956, Irak, yang saat itu merupakan negara yang memiliki hubungan erat dengan Inggris, berusaha untuk memperkuat posisinya di panggung internasional. Kunjungan Raja Faisal tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam hubungan diplomatik dengan Inggris dan menunjukkan Irak sebagai negara yang stabil dan siap berperan dalam masalah internasional.
Ratu Elizabeth II, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-4 pemerintahannya pada saat itu, juga memperlihatkan kesediaannya untuk mempererat hubungan antara kedua negara tersebut.
Mencium tangan seorang penguasa monarki adalah tindakan tradisional yang telah lama dipraktikkan dalam banyak budaya, terutama di kalangan keluarga kerajaan dan bangsawan.
Di dunia Arab, mencium tangan adalah tanda penghormatan yang sangat dalam, terutama jika itu dilakukan oleh seseorang yang lebih muda atau lebih rendah pangkatnya terhadap yang lebih tua atau lebih tinggi pangkatnya.
Raja Faisal II, sebagai seorang pemimpin muda dari Irak, secara simbolis menunjukkan penghormatan yang tinggi kepada Ratu Elizabeth II, yang saat itu dianggap sebagai figur berpengaruh dalam politik dunia.
Pada tahun 1956, Irak, yang saat itu merupakan negara yang memiliki hubungan erat dengan Inggris, berusaha untuk memperkuat posisinya di panggung internasional. Kunjungan Raja Faisal tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam hubungan diplomatik dengan Inggris dan menunjukkan Irak sebagai negara yang stabil dan siap berperan dalam masalah internasional.
Ratu Elizabeth II, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-4 pemerintahannya pada saat itu, juga memperlihatkan kesediaannya untuk mempererat hubungan antara kedua negara tersebut.
Simbolisme dari Momen Cium Tangan
Mencium tangan seorang penguasa monarki adalah tindakan tradisional yang telah lama dipraktikkan dalam banyak budaya, terutama di kalangan keluarga kerajaan dan bangsawan.
Di dunia Arab, mencium tangan adalah tanda penghormatan yang sangat dalam, terutama jika itu dilakukan oleh seseorang yang lebih muda atau lebih rendah pangkatnya terhadap yang lebih tua atau lebih tinggi pangkatnya.
Raja Faisal II, sebagai seorang pemimpin muda dari Irak, secara simbolis menunjukkan penghormatan yang tinggi kepada Ratu Elizabeth II, yang saat itu dianggap sebagai figur berpengaruh dalam politik dunia.
Lihat Juga :