Serangan Israel di Tepi Barat Usir 26.000 Warga Palestina dari Kamp Pengungsi Jenin dan Tulkarm

Kamis, 06 Februari 2025 - 17:30 WIB
loading...
A A A
“Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun rumah, tetapi jumlah peluru yang menembus dinding dan perabotannya tak terlukiskan. Saya menemukan beberapa peluru di tempat tidur anak-anak saya. Jika kami tetap tinggal, mereka pasti langsung terbunuh,” ungkap Hawasheen.

Namun, putrinya terus mengalami ketakutan luar biasa yang sulit diatasi.

"Putri saya menutup telinganya setiap kali mendengar suara peluru. Saya mencoba menghiburnya, tetapi tidak ada yang membantu," papar Hawasheen sambil menahan tangis.

Dia menjelaskan, "Saya merasa sedih untuk anak-anak saya karena mereka tidak mengalami masa kecil mereka. Ketika kami mengungsi, saya tidak percaya melihat mereka bermain di luar."

Abu al-Haija juga menyoroti dampak psikologis lain yang mengkhawatirkan dari kampanye militer rezim apartheid Israel terhadap anak-anak Palestina: prospek masa depan yang suram.

Banyak anak, ketika ditanya apa yang mereka pikir akan menjadi diri mereka ketika mereka dewasa, menjawab, "Seorang martir atau tahanan."

"Penduduk Jenin tinggal berdesakan di apartemen kecil, dan anak-anak mereka tidak bisa keluar untuk bermain karena takut pada penembak jitu. Sekarang, satu-satunya harapan kami adalah agar mereka bisa bermain di bawah sinar matahari," papar dia.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, ada 10 anak, termasuk seorang gadis berusia dua tahun, telah tewas oleh tembakan Israel di Tepi Barat tahun ini.

Baca juga: Pentagon Ungkap AS Sangat Jauh dari Pengerahan Pasukan di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved