Serangan Israel di Tepi Barat Usir 26.000 Warga Palestina dari Kamp Pengungsi Jenin dan Tulkarm
Kamis, 06 Februari 2025 - 17:30 WIB
loading...
Tentara Israel menyerang wilayah di Tepi Barat. Foto/anadolu
A
A
A
TEPI BARAT - Militer Israel mengusir 26.000 warga Palestina dari rumah mereka di Jenin dan Tulkarm sejak melancarkan serangan besar-besarannya di Tepi Barat yang diduduki bulan lalu.
Farha Abu al-Haija, anggota Komite Rakyat di Kamp Jenin, mengatakan 17.000 orang telah diusir secara paksa dari kamp Jenin, yang merupakan rumah bagi lebih dari 24.000 pengungsi Palestina yang terdaftar.
Selama dua pekan terakhir, tentara Israel mengepung, menyerbu, serta mengebom kamp dan sekitarnya.
Badan PBB untuk pengungsi Palestina, Unrwa, mengatakan sebagian besar kamp telah rata dengan tanah dalam serangkaian ledakan, memperkirakan 100 rumah telah hancur atau rusak berat.
Pada hari Minggu, pasukan Israel secara bersamaan meledakkan hampir 20 bangunan di sisi timur kamp setelah memasang bahan peledak di sana, kantor berita negara Palestina melaporkan.
Pasukan Israel mencegah pergerakan di dalam kamp dan penduduk terpaksa mengungsi akibat penembakan dan ledakan.
Abu al-Haija mengatakan tentara Israel juga mengusir keluarga yang tinggal di sekitar kamp, di mana mereka juga meledakkan satu bangunan yang terdiri dari 20 flat, menyebabkan 200 penduduk kehilangan tempat tinggal.
Kementerian kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel menewaskan 70 orang di Tepi Barat sejak awal tahun 2025.
Abu al-Haija mengatakan kepada Middle East Eye bahwa penduduk yang mengungsi telah melarikan diri dari kekerasan ke berbagai tempat di Jenin dan pedesaannya, yang juga telah terkena dampak kampanye militer.
Banyak keluarga Palestina sekarang menampung hingga 20 orang terlantar di rumah mereka di tengah kurangnya fasilitas dasar seperti listrik dan air.
“Baik keluarga terlantar maupun keluarga yang menerima mereka mengalami kesulitan keuangan. Sebelum kampanye militer Israel, kamp tersebut dikepung dinas keamanan Palestina selama 48 hari. Orang-orang telah menganggur selama tiga bulan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari mereka, termasuk makanan,” ujar Abu al-Haija.
Farha Abu al-Haija, anggota Komite Rakyat di Kamp Jenin, mengatakan 17.000 orang telah diusir secara paksa dari kamp Jenin, yang merupakan rumah bagi lebih dari 24.000 pengungsi Palestina yang terdaftar.
Selama dua pekan terakhir, tentara Israel mengepung, menyerbu, serta mengebom kamp dan sekitarnya.
Badan PBB untuk pengungsi Palestina, Unrwa, mengatakan sebagian besar kamp telah rata dengan tanah dalam serangkaian ledakan, memperkirakan 100 rumah telah hancur atau rusak berat.
Pada hari Minggu, pasukan Israel secara bersamaan meledakkan hampir 20 bangunan di sisi timur kamp setelah memasang bahan peledak di sana, kantor berita negara Palestina melaporkan.
Pasukan Israel mencegah pergerakan di dalam kamp dan penduduk terpaksa mengungsi akibat penembakan dan ledakan.
Abu al-Haija mengatakan tentara Israel juga mengusir keluarga yang tinggal di sekitar kamp, di mana mereka juga meledakkan satu bangunan yang terdiri dari 20 flat, menyebabkan 200 penduduk kehilangan tempat tinggal.
Kementerian kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel menewaskan 70 orang di Tepi Barat sejak awal tahun 2025.
Abu al-Haija mengatakan kepada Middle East Eye bahwa penduduk yang mengungsi telah melarikan diri dari kekerasan ke berbagai tempat di Jenin dan pedesaannya, yang juga telah terkena dampak kampanye militer.
Banyak keluarga Palestina sekarang menampung hingga 20 orang terlantar di rumah mereka di tengah kurangnya fasilitas dasar seperti listrik dan air.
“Baik keluarga terlantar maupun keluarga yang menerima mereka mengalami kesulitan keuangan. Sebelum kampanye militer Israel, kamp tersebut dikepung dinas keamanan Palestina selama 48 hari. Orang-orang telah menganggur selama tiga bulan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari mereka, termasuk makanan,” ujar Abu al-Haija.
Lihat Juga :