Apa Itu Lev Tahor? Sekte Sesat Yahudi yang Melakukan Pelecehan Sekual terhadap Anak-anak

Minggu, 02 Februari 2025 - 15:30 WIB
loading...
Apa Itu Lev Tahor? Sekte...
Lev Tahor dikenal sebagai sekte sesat Yahudi yang kerap memperkosa anak-anak. Foto/X/@alfadelta0108
A A A
WASHINGTON - Awal minggu ini, otoritas Guatemala , berkoordinasi dengan Interpol, menangkap Yoel Alter, seorang tokoh senior berusia 35 tahun dalam sekte Yahudi kontroversial Lev Tahor.

Alter, yang mengenakan jubah cokelat khas kelompok itu, ditahan di luar pusat yang dikelola pemerintah untuk anak di bawah umur di Guatemala City.

Ia dicari di Meksiko karena perdagangan manusia dan diperkirakan akan segera diekstradisi.

Penangkapan itu terjadi di tengah krisis yang semakin dalam yang melibatkan Lev Tahor di Guatemala.

Apa Itu Lev Tahor? Sekte Sesat Yahudi yang Melakukan Pelecehan Sekual terhadap Anak-anak

1. Memperkosa Anak-anak

Melansir TRT World, pihak berwenang telah menahan sedikitnya 148 anak-anak dalam tahanan perlindungan setelah memisahkan mereka dari orang tua mereka, yang dituduh melakukan kekerasan berat, termasuk pemerkosaan, menurut jaksa penuntut.

Operasi yang dilakukan di Oratorio, daerah pedesaan sekitar 78 kilometer di tenggara Guatemala City, telah menimbulkan kekhawatiran baru atas praktik kelompok tersebut, yang sebelumnya telah dikaitkan dengan tuduhan serupa.

“Berdasarkan pernyataan para pengadu, bukti yang diperoleh, dan pemeriksaan medis, dapat dipastikan bahwa ada bentuk-bentuk perdagangan manusia terhadap anak-anak di bawah umur ini, seperti pernikahan paksa, kekerasan, dan kejahatan terkait lainnya,” kata Nancy Paiz, seorang jaksa penuntut di Kantor Anti Perdagangan Manusia Guatemala.

Anak-anak tersebut tetap berada di bawah perlindungan pemerintah sementara penyelidikan terus berlanjut.

2. Memaksa Anak-anak untuk Kelaparan

Pihak berwenang juga menuduh bahwa beberapa ibu muda kelompok tersebut sengaja membuat anak-anak mereka kelaparan atas perintah para pemimpin Lev Tahor untuk menekan pemerintah.

Alter adalah anggota Lev Tahor kedua yang ditangkap di Amerika Tengah bulan ini.

Sebelumnya, Jonathan Emmanuel Cardona Castillo, yang melarikan diri setelah menghadapi tuduhan pelecehan anak dan pemerkosaan, ditangkap.

Pada bulan Desember, polisi Guatemala menggerebek kompleks sekte tersebut di Santa Rosa, menyelamatkan 160 anak di bawah umur dan 40 wanita.

3. Sekte Ultra-Yahudi

Lev Tahor adalah sekte Yahudi ultra-Ortodoks yang secara luas digambarkan sebagai aliran sesat karena laporan pelecehan anak, pemerkosaan, pernikahan paksa, dan perdagangan manusia.

Sekte ini didirikan pada tahun 1980-an oleh Shlomo Helbrans di Israel tetapi kemudian pindah ke AS, Kanada, dan akhirnya ke Amerika Latin untuk menghindari penegakan hukum.

Baca Juga: Drama dan Strategi Hamas Menata Diri

4. Membatasi Pergerakan Anggotanya

Sekte ini memberlakukan kontrol ketat terhadap anggotanya, membatasi pendidikan mereka, interaksi dengan orang luar, dan bahkan mengatur pernikahan, beberapa melibatkan anak di bawah umur.

Banyak mantan anggota menggambarkan kelompok tersebut sebagai kelompok yang sangat manipulatif, sehingga sulit bagi orang untuk meninggalkannya.

Laporan telah muncul tentang anak-anak yang diperdagangkan lintas batas untuk pernikahan ilegal, sementara beberapa pemimpin kelompok tersebut telah ditangkap atau diselidiki atas kejahatan mulai dari membahayakan anak hingga perdagangan seks.

5. Berpindah dari Kanada ke Guetemala

Lev Tahor telah berulang kali berpindah lokasi untuk menghindari pengawasan hukum, berpindah dari Kanada ke Guatemala, lalu Meksiko, dan seterusnya.

Pada tahun 2022, otoritas Meksiko menyerbu kamp Lev Tahor di Chiapas, dekat perbatasan Guatemala, menyelamatkan anak-anak dan remaja dari kondisi pelecehan.

6. Dijauhi Komunitas Yahudi

Komunitas Yahudi Guatemala telah menjauhkan diri dari Lev Tahor, dengan menyatakan bahwa sekte tersebut tidak terhubung dengan organisasinya. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyatakan dukungan bagi otoritas Guatemala dalam menyelidiki kelompok tersebut "untuk melindungi kehidupan dan integritas anak di bawah umur dan kelompok rentan lainnya yang mungkin berisiko."

Organisasi tersebut juga meminta "pemerintah dan korps diplomatik negara-negara yang kewarganegaraannya menjadi anggota Lev Tahor untuk bergabung guna melindungi mereka yang hak-haknya mungkin dilanggar."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Irlandia Larang Impor...
Irlandia Larang Impor dari Permukiman Israel Mulai Pertengahan Juli
Bak Gergaji Mesin Politik,...
Bak Gergaji Mesin Politik, Uang Yahudi Jadi Pembabat Para Politisi AS Anti-Israel
Awas! Kurma Israel Diduga...
Awas! Kurma Israel Diduga Dijual di Pasar Dunia dengan Label Berbeda
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved