3 Alasan Negara-negara Eropa Sangat Bergantung pada Rusia
Rabu, 29 Januari 2025 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Menurut penyedia data Kpler, Rusia sekarang menjadi pemasok LNG terbesar kedua UE. Impor LNG dari Rusia mencapai 16% dari total pasokan LNG UE pada tahun 2023, meningkat 40% dibandingkan dengan jumlah yang dijual Rusia ke UE pada tahun 2021.
Volume impor pada tahun 2023 sedikit menurun dari tahun 2022, tetapi data dari kuartal pertama tahun 2024 menunjukkan bahwa ekspor LNG Rusia ke Eropa telah meningkat lagi sebesar 5% dari tahun ke tahun. Prancis, Spanyol, dan Belgia merupakan negara pengimpor yang sangat besar. Ketiga negara tersebut menyumbang 87% dari LNG yang masuk ke UE pada tahun 2023.
Baca Juga: Drama dan Strategi Hamas Menata Diri
"Banyak LNG Rusia yang masuk ke Eropa hanya 'trans-shipping'," kata Hilgenstock. "Jadi, hal itu tidak ada hubungannya dengan pasokan gas alam Eropa. Perusahaan-perusahaan Eropa hanya menghasilkan uang dengan memfasilitasi ekspor LNG Rusia."
Menurut laporan terbaru oleh Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), kurang dari seperempat impor LNG Eropa dari Rusia (22%) dikirim ulang ke pasar global pada tahun 2023. Petras Katinas, analis energi di CREA, mengatakan kepada DW bahwa sebagian besar LNG ini dijual ke negara-negara di Asia.
Akibatnya, beberapa anggota UE, seperti Swedia, Finlandia, dan Negara Baltik, memberikan tekanan pada blok tersebut untuk memberlakukan larangan total terhadap LNG Rusia, sebuah langkah yang memerlukan persetujuan dari semua negara anggota.
Pembahasan UE saat ini difokuskan pada pelarangan ekspor ulang LNG Rusia dari pelabuhan-pelabuhan Eropa. Menurut kantor berita Bloomberg, sanksi terhadap proyek-proyek LNG utama Rusia, seperti Arctic LNG 2, terminal LNG UST Luga, dan pabrik Murmansk, juga sedang dipertimbangkan.
Volume impor pada tahun 2023 sedikit menurun dari tahun 2022, tetapi data dari kuartal pertama tahun 2024 menunjukkan bahwa ekspor LNG Rusia ke Eropa telah meningkat lagi sebesar 5% dari tahun ke tahun. Prancis, Spanyol, dan Belgia merupakan negara pengimpor yang sangat besar. Ketiga negara tersebut menyumbang 87% dari LNG yang masuk ke UE pada tahun 2023.
Baca Juga: Drama dan Strategi Hamas Menata Diri
2. Eropa Ambil Untung dengan Impor LNG dan Dijual Lagi ke Negara Ketiga
Namun sebagian besar LNG ini tidak dibutuhkan oleh pasar Eropa dan ditangani di pelabuhan-pelabuhan Eropa sebelum diekspor kembali ke negara-negara ketiga di seluruh dunia, dengan beberapa negara dan perusahaan UE mendapat untung sebagai hasilnya."Banyak LNG Rusia yang masuk ke Eropa hanya 'trans-shipping'," kata Hilgenstock. "Jadi, hal itu tidak ada hubungannya dengan pasokan gas alam Eropa. Perusahaan-perusahaan Eropa hanya menghasilkan uang dengan memfasilitasi ekspor LNG Rusia."
Menurut laporan terbaru oleh Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), kurang dari seperempat impor LNG Eropa dari Rusia (22%) dikirim ulang ke pasar global pada tahun 2023. Petras Katinas, analis energi di CREA, mengatakan kepada DW bahwa sebagian besar LNG ini dijual ke negara-negara di Asia.
Akibatnya, beberapa anggota UE, seperti Swedia, Finlandia, dan Negara Baltik, memberikan tekanan pada blok tersebut untuk memberlakukan larangan total terhadap LNG Rusia, sebuah langkah yang memerlukan persetujuan dari semua negara anggota.
Pembahasan UE saat ini difokuskan pada pelarangan ekspor ulang LNG Rusia dari pelabuhan-pelabuhan Eropa. Menurut kantor berita Bloomberg, sanksi terhadap proyek-proyek LNG utama Rusia, seperti Arctic LNG 2, terminal LNG UST Luga, dan pabrik Murmansk, juga sedang dipertimbangkan.
Lihat Juga :