3 Alasan Negara-negara Eropa Sangat Bergantung pada Rusia

Rabu, 29 Januari 2025 - 21:55 WIB
loading...
3 Alasan Negara-negara...
Eropa masih bergantung gas dengan Rusia. Foto/X/@NinaByzantina
A A A
MOSKOW - Hampir tiga tahun sejak Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina, gasnya masih mengalir ke Eropa. Negara-negara Eropa masih bergantung dengan Rusia.

Meskipun Uni Eropa telah sangat mengurangi jumlah gas yang diimpornya dari Rusia, hidrokarbon tersebut masih memberi daya pada beberapa rumah dan bisnis Eropa dan sebagai hasilnya meningkatkan pendapatan Kremlin.

Ketika perang dimulai, para pemimpin Eropa terpaksa memperhitungkan ketergantungan yang sudah lama ada pada gas dan minyak Rusia. Gas merupakan masalah khusus, karena pada tahun 2021, 34% gas Uni Eropa berasal dari Rusia.

Negara-negara di Eropa Tengah dan Timur sangat bergantung. Ketika Uni Eropa mengusulkan larangan, Kanselir Jerman Olaf Scholz segera menyuarakan penentangannya. "Eropa sengaja membebaskan pasokan energi dari Rusia dari sanksi. Saat ini, pasokan energi Eropa untuk pembangkitan panas, mobilitas, pasokan listrik, dan industri tidak dapat diamankan dengan cara lain," katanya.

Vladimir Putin memanfaatkan hal ini. Rusia memangkas impor gas ke Eropa. Para pemimpin Eropa khawatir tentang kekurangan energi musim dingin. Ketakutan ini tidak pernah terwujud, tetapi yang terpenting, itu berarti Uni Eropa tidak pernah benar-benar memberikan sanksi terhadap gas Rusia.

"Itu tidak pernah menjadi sanksi," kata Benjamin Hilgenstock dari Sekolah Ekonomi Kyiv. "Itu adalah keputusan sukarela oleh negara-negara, dan keputusan yang cerdas, untuk mendiversifikasi pasokan dan tidak lagi dapat diperas oleh Rusia," katanya kepada DW.

3 Alasan Negara-negara Eropa Sangat Bergantung pada Rusia

1. Impor LNG dari AS dan Qatar Bukan Solusi

Menurut data UE, pangsa negara-negara anggota gas pipa Rusia yang diimpor turun dari 40% dari total pada tahun 2021 menjadi sekitar 8% pada tahun 2023. Namun, ketika Gas Alam Cair (LNG) dimasukkan — gas alam yang didinginkan menjadi bentuk cair sehingga dapat diangkut dengan kapal — total pangsa gas Rusia dalam total UE tahun lalu adalah 15%.

Salah satu cara utama UE mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia adalah dengan meningkatkan impor LNG dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan Qatar. Namun, hal ini secara tidak sengaja menyebabkan lonjakan LNG Rusia yang sangat didiskon memasuki blok tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved