Bashar al-Assad Tumbang, Freemason Ingin Bangkit Lagi di Suriah

Kamis, 23 Januari 2025 - 12:09 WIB
loading...
Bashar al-Assad Tumbang,...
Organisasi Freemasonry atau Freemason ingin bangkit lagi di Suriah setelah 50 tahun dilarang di negara tersebut. Rencana ini muncul setelah rezim Bashar al-Assad tumbang. Foto/ucl.ac.uk
A A A
DAMASKUS - Freemasonry atau Freemason ingin bangkit kembali di Suriah setelah dilarang selama lebih dari 50 tahun. Rencana itu muncul setelah rezim Presiden Bashar al-Assad digulingkan kelompok pemberontak.

Kepresidenan Dewan Tertinggi Grand Syrian Orient Lodges, badan pengurus Freemasonry di Suriah, telah mengumumkan rencana organisasi tersebut untuk kembali bangkit di Suriah.

Menurut kelompok tersebut, runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad telah menciptakan peluang untuk kebangkitan Freemasonry.

Assad digulingkan pada Desember 2024 setelah pasukannya kehilangan kendali atas banyak wilayah ketika gagal membendung serangan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan kelompok oposisi lainnya.

Baca Juga: Mengenal Freemason, Organisasi Kontroversial yang Kerap Dikaitkan dengan Yahudi

Otoritas baru, terutama faksi-faksi Islamis, telah menjanjikan reformasi pemerintahan, meskipun ketidakpastian politik tetap ada.

"Selama lima dekade terakhir, kelompok Freemason secara resmi absen dari arena Suriah karena kondisi keamanan dan politik yang diberlakukan oleh rezim otoriter," kata kepresidenan kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Russia Today, Kamis (23/1/2025).

Pernyataan itu menuduh pemerintah Suriah sebelumnya menekan setiap organisasi atau tren intelektual atau budaya yang mungkin mengancam kendali amannya atas Suriah dan rakyatnya.

Organisasi itu menggambarkan rencana kembalinya mereka sebagai bagian dari rekonstruksi Suriah, dengan menyatakan: "Matahari kebebasan bersinar di tanah air dan forum kita sekali lagi, mengumumkan dimulainya era baru yang memungkinkan rakyat Suriah mendapatkan kembali kebebasan sipil dan intelektual mereka."

Organisasi itu juga menjauhkan diri dari politik, dengan menekankan: "Kami meyakinkan rakyat Suriah dan para pemimpin Suriah bahwa kami bukanlah organisasi politik dan tidak berusaha mencampuri urusan politik atau berpartisipasi dalam pekerjaan politik, serikat pekerja, atau partai."

Sebaliknya, organisasi itu mengatakan perannya adalah untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, keterbukaan budaya, pendidikan, pekerjaan amal, dan kemajuan masyarakat.

Freemasonry, sebuah perkumpulan persaudaraan dengan tradisi rahasia, secara historis kontroversial. Para kritikus menuduhnya sebagai elitisme dan memiliki pengaruh yang tidak semestinya dalam urusan politik dan ekonomi, sementara beberapa kelompok agama menuduh bahwa anggota kelompok itu menyembah setan.

Organisasi itu juga telah menjadi fokus teori konspirasi, yang sering dikaitkan dengan agenda globalis atau kendali politik terselubung.

Partai Ba'ath Suriah mencap Freemasonry sebagai "perkumpulan rahasia ilegal" dan melarangnya pada tahun 1965 selama masa kepresidenan Amin al-Hafiz.

Seperti pemerintah Timur Tengah lainnya, Suriah mengaitkan organisasi persaudaraan tersebut dengan pengaruh Barat dan Zionisme, yang menyebabkan pelarangannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved