Geopolitik Dunia Akan Berubah karena 10 Perintah Eksekutif Trump

Kamis, 23 Januari 2025 - 05:50 WIB
loading...
Geopolitik Dunia Akan...
Donald Trump akan mengubah geopolitik dunia karena 10 perintah eksekutif yang dikeluarkannya. Foto/X/@POTUS
A A A
WASHINGTON - Presiden AS yang baru dilantik Donald Trump telah mengeluarkan serangkaian perintah eksekutif baru yang kemungkinan akan berdampak signifikan di dalam negeri dan internasional.

Perintah tersebut telah menarik perhatian luas, dan beberapa dianggap kontroversial.

Perintah eksekutif biasanya sensitif karena mengikat secara hukum tetapi tidak memerlukan persetujuan kongres.

Salah satu perintah eksekutif yang paling kontroversial adalah larangan perjalanan Trump sebelumnya di beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk Sudan dan Yaman. Namun, Joe Biden membatalkannya selama pemerintahannya.

Pada masa jabatan sebelumnya, Trump menandatangani 220 perintah eksekutif. Perintah tersebut dapat mencakup bisnis biasa atau perubahan signifikan seperti pembalikan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya.

Kewenangan untuk mengeluarkan perintah berasal dari Konstitusi AS, yang memberikan kekuasaan eksekutif kepada presiden AS.

Selama pelantikannya, Trump mengatakan perintah eksekutifnya akan mengarah pada "pemulihan Amerika secara menyeluruh"

Bagaimana Peta Geopolitik Dunia Akan Berubah karena 10 Perintah Eksekutif Trump?

1. AS Keluar dari WHO

Dalam apa yang mengejutkan para aktivis, LSM internasional, dan pegiat hak asasi manusia, Trump menandatangani perintah yang akan membuat AS keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia mengatakan organisasi tersebut "merampok kita", seraya menambahkan: "Semua orang merampok Amerika Serikat. Itu tidak akan terjadi lagi".

Trump mengatakan bahwa organisasi tersebut salah menangani pandemi COVID-19, serta bencana kesehatan lainnya.

Melansir The New Arab, perintah eksekutif tersebut akan membuat AS keluar dari WHO dalam 12 bulan, termasuk menghentikan semua kontribusi keuangan. Langkah tersebut dianggap sebagai pukulan telak bagi WHO, karena AS merupakan salah satu pendukung finansial terbesarnya.

WHO melaksanakan pekerjaan penting di seluruh dunia, termasuk penelitian kesehatan, bantuan darurat, pemberantasan penyakit, peningkatan akses ke obat-obatan esensial, serta melakukan pemantauan dan pengumpulan data.

2. Teluk Meksiko Berganti Nama

Melansir The New Arab, Trump memerintahkan Teluk Meksiko untuk berganti nama menjadi "Teluk Amerika" dan juga akan mengganti nama Gunung Delani di Alaska menjadi Gunung McKinley.

Perintah eksekutif tersebut menyatakan: "Presiden Trump membawa akal sehat ke dalam pemerintahan dan memperbarui pilar-pilar peradaban Amerika".

Pratinjau perintah eksekutif tersebut mengatakan penggantian nama tersebut dilakukan untuk menghormati "kebesaran Amerika", media AS melaporkan.

Perintah tersebut selanjutnya mengatakan menteri dalam negeri, Doug Burgum, akan menjadi gubernur North Dakota dan mengubah nama-nama dalam komunikasi dan peta federal resmi.

3. Larangan TikTok Dihentikan Sementara

Setelah larangan selama 14 jam diberlakukan pada aplikasi milik China tersebut, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menunda pemberlakuan larangan federal penuh terhadap TikTok.

Ini berarti TikTok akan tersedia bagi pengguna AS setidaknya selama 75 hari lagi.

Melansir The New Arab, keputusan untuk melarang aplikasi tersebut di AS telah memicu diskusi di seluruh dunia dalam beberapa minggu terakhir, terutama karena banyak anak muda menggunakannya sebagai platform pencarian, untuk konsumsi berita, dan untuk menghasilkan pendapatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Berita Terkini
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved