Zelensky Tantang Trump Kunjungi Ukraina: Datanglah, Lihat Kehancuran Invasi Rusia
Senin, 14 April 2025 - 17:06 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menantang Presiden AS Donald Trump untuk mengunjungi Kyiv guna lebih memahami kehancuran yang ditimbulkan oleh invasi Rusia. Foto/Business Today
A
A
A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengunjungi Kyiv guna lebih memahami kehancuran yang ditimbulkan oleh invasi Rusia.
"Sebelum mengambil keputusan apa pun, sebelum melakukan negosiasi apa pun, datanglah untuk melihat orang-orang, warga sipil, prajurit, rumah sakit, gereja, anak-anak yang hancur atau tewas," katanya dalam wawancara dengan program "60 Minutes" CBS yang disiarkan pada hari Minggu.
Dengan mengunjungi Ukraina, kata Zelensky, Trump akan memahami apa yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga: Jadi Korban Keganasan S-400 Rusia, Pilot Jet Tempur F-16 Ukraina Pavlo Ivanov Dapat Gelar Pahlawan
"Anda akan memahami dengan siapa Anda memiliki kesepakatan," imbuh Zelensky.
Tantangan Zelensky menyusul pertikaian sengit di Gedung Putih pada akhir Februari antara presiden Ukraina tersebut, Trump, dan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, yang terungkap di hadapan pers.
Vance saat itu menuduh Ukraina menjamu para pemimpin asing dalam "tur propaganda" untuk mendapatkan dukungan.
"Sebelum mengambil keputusan apa pun, sebelum melakukan negosiasi apa pun, datanglah untuk melihat orang-orang, warga sipil, prajurit, rumah sakit, gereja, anak-anak yang hancur atau tewas," katanya dalam wawancara dengan program "60 Minutes" CBS yang disiarkan pada hari Minggu.
Dengan mengunjungi Ukraina, kata Zelensky, Trump akan memahami apa yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga: Jadi Korban Keganasan S-400 Rusia, Pilot Jet Tempur F-16 Ukraina Pavlo Ivanov Dapat Gelar Pahlawan
"Anda akan memahami dengan siapa Anda memiliki kesepakatan," imbuh Zelensky.
Tantangan Zelensky menyusul pertikaian sengit di Gedung Putih pada akhir Februari antara presiden Ukraina tersebut, Trump, dan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, yang terungkap di hadapan pers.
Vance saat itu menuduh Ukraina menjamu para pemimpin asing dalam "tur propaganda" untuk mendapatkan dukungan.
Lihat Juga :