Geopolitik Dunia Akan Berubah karena 10 Perintah Eksekutif Trump

Kamis, 23 Januari 2025 - 05:50 WIB
loading...
A A A
Di bawah Biden, sanksi tersebut mencakup pembekuan aset AS mereka dan melarang warga Amerika bertransaksi dengan mereka.

Dengan banyaknya perhatian dunia yang terfokus pada perang Israel di Gaza, meningkatnya kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan perampasan tanah di wilayah yang diduduki telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa sekutu Barat Israel.

Menurut media Israel, pejabat Israel telah secara langsung mengangkat masalah sanksi dengan pejabat transisi Trump, menyoroti hal itu sebagai tuntutan utama bagi pemerintahan yang akan datang.

8. Mendeklarasikan Keadaan Darurat Nasional

Trump mendeklarasikan keadaan darurat nasional sebagai tanggapan atas kekhawatiran bahwa jaringan listrik sedang berjuang untuk menangani lonjakan permintaan dari pusat data.

Saat menandatangani perintah tersebut, ia mengatakan ini berarti "Anda dapat melakukan apa pun yang harus Anda lakukan untuk keluar dari masalah itu dan kita memang memiliki keadaan darurat semacam itu".

Keadaan darurat nasional memungkinkan pemerintahannya untuk mempercepat perizinan infrastruktur bahan bakar fosil baru.

"Kami memiliki sesuatu yang tidak akan pernah dimiliki oleh negara manufaktur lain, jumlah minyak dan gas terbesar dari negara mana pun di Bumi, dan kami akan menggunakannya – izinkan saya menggunakannya," katanya dalam pidatonya.

9. Menarik Diri dari Perjanjian Iklim Paris

LSM internasional telah mengecam Trump karena menarik diri dari Perjanjian Paris 2015.

Langkah tersebut dilakukan setelah Trump mengambil beberapa keputusan yang akan membuat AS membalikkan upaya terkait perlindungan iklim.

"Saya segera menarik diri dari penipuan Perjanjian Iklim Paris yang tidak adil dan sepihak," katanya.

Sebelumnya, ia menyebut kebijakan Biden untuk memperluas sektor energi bersih AS sebagai "penipuan baru yang ramah lingkungan".

Trump memberi tahu PBB tentang keputusan tersebut, meskipun AS merupakan penghasil polusi terbesar kedua di dunia yang menyebabkan pemanasan global.

Penarikan diri tersebut akan memakan waktu sekitar satu tahun untuk diformalkan dan berarti AS akan bergabung dengan Iran, Yaman, dan Libya sebagai satu-satunya negara yang tidak menjadi bagian dari perjanjian tersebut.

10. Mencabut Target Kendaraan Listrik

Di bawah Biden, perintah eksekutif yang tidak mengikat ditandatangani yang ditujukan untuk menjadikan setengah dari semua kendaraan listrik baru yang dijual pada tahun 2030 menjadi kendaraan listrik.

Namun, Trump kini telah membalikkan hal ini, dengan mengatakan: "AS tidak akan menyabotase industri kami sendiri sementara China mencemari dengan impunitas".

Melansir The New Arab, Biden juga menyelesaikan standar polusi mobil pada musim semi, yang juga telah dibatalkan oleh Trump.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved