Prancis Marah Pesawat Mata-matanya Dibidik Sistem Rudal S-400 Rusia di Atas Laut Baltik
Minggu, 19 Januari 2025 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Sistem radar kontrol tembakan beroperasi melalui tiga fase berurutan: penunjukan, akuisisi, dan pelacakan. Fase-fase ini merupakan bagian integral dari fungsi radar dalam menemukan, memperoleh, dan melacak target secara terus-menerus.
Pada fase penunjukan, radar pertama-tama harus diarahkan ke lokasi umum target. Radar kontrol tembakan harus diarahkan ke area yang luas dalam fase penunjukan untuk menemukan target potensial karena radar ini memiliki pancaran yang sempit.
Kemudian pada fase akuisisi, setelah radar berada di sekitar target, radar mencari volume ruang kecil yang telah ditentukan sebelumnya dalam pola pemindaian tertentu untuk menemukan target. Proses ini membantu mempersempit lokasi target yang tepat untuk pelacakan lebih lanjut.
Selanjutnya pada fase pelacakan, setelah target ditemukan, radar mengunci target dan terus melacak pergerakannya. Dengan menggunakan salah satu dari beberapa teknik pemindaian, sistem radar secara otomatis menyesuaikan diri untuk mengikuti gerakan target guna membantu pelacakan yang akurat dan data yang tepat untuk sistem penargetan.
Sementara itu, istilah “illumination”, seperti yang digunakan oleh militer Prancis untuk menggambarkan serangan tersebut, mengacu pada penggunaan radar pengendali tembakan untuk secara aktif menargetkan objek dengan mengarahkan sinar radar ke arahnya.
Saat sistem radar “menerangi” target, radar mengunci target, menyediakan data pelacakan berkelanjutan untuk memandu rudal atau senjata lainnya.
Selain peran utamanya dalam penargetan, illumination juga dapat berfungsi sebagai bentuk peperangan elektronik untuk mengirim sinyal ke target bahwa target sedang dilacak, yang dapat berfungsi sebagai taktik psikologis atau pencegah.
Dalam pertempuran militer modern, illumination sering dianggap sebagai tindakan agresif, karena menandakan niat untuk menargetkan atau menyerang musuh.
Pada fase penunjukan, radar pertama-tama harus diarahkan ke lokasi umum target. Radar kontrol tembakan harus diarahkan ke area yang luas dalam fase penunjukan untuk menemukan target potensial karena radar ini memiliki pancaran yang sempit.
Kemudian pada fase akuisisi, setelah radar berada di sekitar target, radar mencari volume ruang kecil yang telah ditentukan sebelumnya dalam pola pemindaian tertentu untuk menemukan target. Proses ini membantu mempersempit lokasi target yang tepat untuk pelacakan lebih lanjut.
Selanjutnya pada fase pelacakan, setelah target ditemukan, radar mengunci target dan terus melacak pergerakannya. Dengan menggunakan salah satu dari beberapa teknik pemindaian, sistem radar secara otomatis menyesuaikan diri untuk mengikuti gerakan target guna membantu pelacakan yang akurat dan data yang tepat untuk sistem penargetan.
Sementara itu, istilah “illumination”, seperti yang digunakan oleh militer Prancis untuk menggambarkan serangan tersebut, mengacu pada penggunaan radar pengendali tembakan untuk secara aktif menargetkan objek dengan mengarahkan sinar radar ke arahnya.
Saat sistem radar “menerangi” target, radar mengunci target, menyediakan data pelacakan berkelanjutan untuk memandu rudal atau senjata lainnya.
Selain peran utamanya dalam penargetan, illumination juga dapat berfungsi sebagai bentuk peperangan elektronik untuk mengirim sinyal ke target bahwa target sedang dilacak, yang dapat berfungsi sebagai taktik psikologis atau pencegah.
Dalam pertempuran militer modern, illumination sering dianggap sebagai tindakan agresif, karena menandakan niat untuk menargetkan atau menyerang musuh.
(mas)
Lihat Juga :