Diserbu Gerombolan Belalang Gurun, Pakistan Umumkan Keadaan Darurat

Minggu, 02 Februari 2020 - 11:21 WIB
Diserbu Gerombolan Belalang...
Diserbu Gerombolan Belalang Gurun, Pakistan Umumkan Keadaan Darurat
A A A
ISLAMABAD - Gerombolan belalang gurun menyerang bagian timur Pakistan. Situasi ini memaksa Islamabad memberlakukan keadaan darurat nasional pada Sabtu kemarin.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengumunkan hal itu setelah mendapatkan pengarahan tentang situasi yang terjadi.

"Kami menghadapi serangan belalang terburuk dalam lebih dari dua dekade dan telah memutuskan untuk menyatakan darurat nasional untuk menangani ancaman itu," kata Menteri Penerangan Firdous Ashiq Awan seperti dikutip dari Deutsche Welle, Minggu (2/2/2020).

Belalang-belalang gurun itu tiba di Pakistan dari Iran pada Juni dan telah merusak kapas, gandum, jagung, dan tanaman lainnya.

Kondisi cuaca yang menguntungkan dan respons pemerintah yang terlambat telah membantu belalang berkembang biak dan menyerang area tanaman.

Potensi untuk hewan herbivora besar itu menciptakan kehancuran dalam skala besar telah meningkatkan kekhawatiran akan kerawanan pangan.

Perdana Menteri Imran Khan berjanji untuk mengatasi masalah ini, menambahkan bahwa perlindungan pertanian dan petani adalah prioritas pemerintah.

"Pemerintah federal akan mengambil semua langkah yang mungkin dan menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk melindungi tanaman dari segala bahaya yang mungkin terjadi dengan fokus khusus pada bahaya belalang," kata Khan, menurut Dawn.

Sementara itu Menteri Keamanan Pangan Nasional Pakistan, Makhdoom Khusro Bakhtiar mengatakan, kawanan belalang saat ini berada di perbatasan Pakistan-India di sekitar Cholistan dan sebelumnya berada di Sindh dan Balochistan, seperti dilaporkan surat kabar Pakistan Dawn.

"Serangan belalang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengkhawatirkan," kata Bakhtiar kepada anggota parlemen Pakistan dalam sebuah briefing pada hari Jumat.

"Tindakan telah diambil terhadap serangga lebih dari 0,3 juta hektar dan semprotan udara dilakukan pada 20.000 hektar," tuturnya seperti dikutip oleh surat kabar Pakistan The Express Tribune.

"Pemerintah distrik, organisasi sukarela, divisi penerbangan dan pasukan bersenjata dioperasikan untuk memerangi serangan dan menyelamatkan tanaman," tambahnya.

Terakhir kali Pakistan melihat ancaman serius terhadap belalang adalah pada tahun 1993. Saat ini, gerombolan belalang turut memengaruhi negara tetangga India dan negara-negara di Afrika Timur.
(ian)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
5 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
6 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
7 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
8 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
9 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Humaira Asghar...
Profil Humaira Asghar Ali, Artis Pakistan yang Tewas di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved