Balas Ukraina, Serangan Rudal Rusia Tewaskan 13 Orang di Zaporizhzhia

Kamis, 09 Januari 2025 - 07:52 WIB
loading...
Balas Ukraina, Serangan...
Serangan rudal Rusia pada hari Rabu telah menewaskan 13 orang di kota Zaporizhzhia, wilayah Ukraina yang sebagian besar dikuasai Moskow. Foto/Telegram/Ivan Fedorov
A A A
KYIV - Serangan rudal Rusia pada hari Rabu telah menewaskan 13 orang di kota Zaporizhzhia, wilayah Ukraina yang sebagian besar dikuasai Moskow.

Gempuran rudal itu sebagai balasan setelah beberapa jam sebelumnya pesawat nirawak Ukraina menghantam depot minyak yang memasok Angkatan Udara Rusia, ratusan mil di belakang garis depan pertempuran.

Moskow telah meningkatkan serangannya di Ukraina sejak awal musim dingin sebagai pembalasan atas serangan Kyiv ke wilayah Rusia dengan senjata jarak jauh yang dipasok Barat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pengeboman di Zaporizhzhia adalah serangan kejam dan menyerukan dunia internasional untuk bersatu di sisi Ukraina dengan melawan Rusia untuk mewujudkan perdamaian abadi.

Baca Juga: Prancis Kirim Jet Tempur Mirage 2000 ke Ukraina untuk Perang Melawan Rusia

Zelensky mengunggah video yang memperlihatkan beberapa orang tergeletak terluka di jalan, ditutupi puing-puing, dan responden pertama mengangkat korban ke tandu darurat.

"Musuh menghantam lingkungan pemukiman dengan dua bom udara berpemandu. Sejauh ini kami tahu 13 orang tewas," kata Gubernur Zaporizhzhia Ivan Fedorov dalam sebuah video yang dipublikasikan di media lokal.

Sebanyak 29 orang lainnya terluka, imbuh Fedorov.

Dia mengunggah sebuah video yang memperlihatkan kebakaran hebat di sebuah gedung bertingkat, dengan mobil-mobil yang hancur di depannya, dan sebuah foto yang memperlihatkan petugas tanggap darurat membantu seorang warga sipil yang tergeletak di tanah.

Zelensky mengatakan warga sipil menjadi sasaran serangan Rusia dengan sengaja.

"Rusia harus ditekan atas terornya," katanya di media sosial, yang dilansir AFP, Kamis (9/1/2025).

"Tidak ada yang lebih kejam daripada meluncurkan bom udara ke sebuah kota, dengan mengetahui bahwa warga sipil biasa akan menderita,” ujarnya.

Sebelum perang, Zaporizhzhia memiliki populasi sekitar 700.000 jiwa dan terletak sekitar 20 mil dari garis depan di Ukraina selatan.

Rusia menguasai sebagian besar wilayah Zaporizhzhia di sekitarnya dan mengeklaim telah mencaploknya pada tahun 2022.

Rusia telah menuntut agar Ukraina sepenuhnya menarik diri dari Kherson dan Zaporizhzhia di selatan—bersama dengan Donetsk dan Luhansk di timur—sebagai prasyarat untuk setiap perundingan damai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Dua Atlet Utusan IFeL...
Dua Atlet Utusan IFeL Bawa Indonesia Juara eFootball China Invitational 2026
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved