AS Akui Pasok Banyak Senjata ke Kyiv Jelang Perang Rusia-Ukraina
Minggu, 05 Januari 2025 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Moskow, tujuan awal dari apa yang ia gambarkan sebagai “operasi militer khusus” tersebut termasuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina, serta Kyiv menerima status netral dan mengabaikan aspirasinya untuk bergabung dengan NATO.
Seiring berjalannya waktu, daftar tersebut agak diperluas menyusul penggabungan empat wilayah bekas Ukraina; Kherson dan Zaporizhzhia, Donetsk dan Luhansk, ke Rusia.
Moskow telah berulang kali mengatakan bahwa setiap negosiasi potensial dengan Kyiv akan mengharuskannya untuk menerima "kenyataan di lapangan”, serta menarik pasukan dari wilayah Rusia yang baru.
Pernyataan Blinken mendapat sambutan yang buruk di Moskow. Diplomat senior Rusia Rodion Miroshnik menyatakan bahwa pengungkapan tersebut agak merusak narasi umum tentang apa yang disebut sebagai "agresi Rusia yang tidak beralasan”.
"Memberi [Ukraina] senjata untuk menyerang Donbas dan Rusia, bukankah itu dalih untuk operasi militer khusus?" kata Miroshnik dalam sebuah posting Telegram, yang dikutip Russia Today, Minggu (5/1/2025).
Seiring berjalannya waktu, daftar tersebut agak diperluas menyusul penggabungan empat wilayah bekas Ukraina; Kherson dan Zaporizhzhia, Donetsk dan Luhansk, ke Rusia.
Moskow telah berulang kali mengatakan bahwa setiap negosiasi potensial dengan Kyiv akan mengharuskannya untuk menerima "kenyataan di lapangan”, serta menarik pasukan dari wilayah Rusia yang baru.
Pernyataan Blinken mendapat sambutan yang buruk di Moskow. Diplomat senior Rusia Rodion Miroshnik menyatakan bahwa pengungkapan tersebut agak merusak narasi umum tentang apa yang disebut sebagai "agresi Rusia yang tidak beralasan”.
"Memberi [Ukraina] senjata untuk menyerang Donbas dan Rusia, bukankah itu dalih untuk operasi militer khusus?" kata Miroshnik dalam sebuah posting Telegram, yang dikutip Russia Today, Minggu (5/1/2025).
(mas)
Lihat Juga :