Normalisasi Hubungan dengan Israel, Khamenei Sebut UEA Pengkhianat
Selasa, 01 September 2020 - 17:43 WIB
loading...
Pemimpin spiritual tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut UEA pengkhianat karena menormalisasi hubungan dengan Israel. Foto/Tehran Times
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin spiritual tertinggi Iran , Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Uni Emirat Arab (UEA) telah mengkhianati dunia Islam, negara-negara Arab, negara regional dan Palestina dengan membiarkan rezim Zionis masuk wilayahnya.
Khamenei membuat pernyataan tersebut saat berbicara dengan pejabat Kementerian Pendidikan dalam sebuah konferensi video.
Ia mengatakan bahwa tindakan pengkhianatan oleh Abu Dhabi tidak akan berlangsung lama, tetapi aib akan tetap ada pada mereka.
"Mereka membiarkan Zionis masuk ke wilayah itu dan menyerahkan masalah Palestina, yaitu masalah merebut negara dengan menormalisasi hubungan mereka," kata Khamenei seperti dilansir dari kantor berita Iran, IRNA, Selasa (1/9/2020).
Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa terlepas dari kenyataan bahwa Palestina berada di bawah tekanan berat dari berbagai arah, UEA bekerja sama dengan Israel dan Amerika, termasuk orang Yahudi yang hadir dalam keluarga Trump, melawan kepentingan dunia Islam dan menghadapi kekejaman mutlak dengan dunia Islam.
Dia berharap agar Emirat segera sadar dan bertobat dari apa yang telah mereka lakukan.
Sebelumnya, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dijadwalkan menerima kunjungan delegasi Israel dan Amerika Serikat (AS). Delegasi kedua negara itu dipimpin penasihat senior Presiden AS Donald Trump; Jared Kushner, dan Penasihat Keamanan Nasional yang juga kepala Dewan Keamanan Nasional Israel; Meir Ben-Shabbat. (Baca: Makin Mesra, UEA Terima Kunjungan Delegasi Israel dan AS Hari Ini )
Khamenei membuat pernyataan tersebut saat berbicara dengan pejabat Kementerian Pendidikan dalam sebuah konferensi video.
Ia mengatakan bahwa tindakan pengkhianatan oleh Abu Dhabi tidak akan berlangsung lama, tetapi aib akan tetap ada pada mereka.
"Mereka membiarkan Zionis masuk ke wilayah itu dan menyerahkan masalah Palestina, yaitu masalah merebut negara dengan menormalisasi hubungan mereka," kata Khamenei seperti dilansir dari kantor berita Iran, IRNA, Selasa (1/9/2020).
Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa terlepas dari kenyataan bahwa Palestina berada di bawah tekanan berat dari berbagai arah, UEA bekerja sama dengan Israel dan Amerika, termasuk orang Yahudi yang hadir dalam keluarga Trump, melawan kepentingan dunia Islam dan menghadapi kekejaman mutlak dengan dunia Islam.
Dia berharap agar Emirat segera sadar dan bertobat dari apa yang telah mereka lakukan.
Sebelumnya, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dijadwalkan menerima kunjungan delegasi Israel dan Amerika Serikat (AS). Delegasi kedua negara itu dipimpin penasihat senior Presiden AS Donald Trump; Jared Kushner, dan Penasihat Keamanan Nasional yang juga kepala Dewan Keamanan Nasional Israel; Meir Ben-Shabbat. (Baca: Makin Mesra, UEA Terima Kunjungan Delegasi Israel dan AS Hari Ini )
Lihat Juga :