4 Negara yang Melarang Perayaan Natal, Salah Satunya Berisiko Dieksekusi

Selasa, 24 Desember 2024 - 17:11 WIB
loading...
A A A
Cho menambahkan hukuman minimalnya adalah dikirim ke kamp penjara gulag dan dipaksa bekerja keras. Sementara yang paling berat bisa dihadapkan pada eksekusi di tempat.

Menurut Open Doors' World Watch List, Korea Utara memang telah dinobatkan menjadi salah satu negara paling berbahaya bagi umat Kristen selama dekade terakhir.

Rezim keluarga Kim yang sangat membenci Barat berusaha membasmi agama dan hanya ingin rakyatnya memandang pemimpin di sana sebagai Tuhan.

2. Brunei


Berikutnya ada Brunei. Sedikit berbeda, larangan Natal di negara ini hanya dikhususkan pada perayaan di tempat umum.

Sebagaimana diketahui, Brunei memiliki mayoritas penduduk beragama Islam. Kementerian terkait di sana menyebut alasan larangan perayaan Natal di tempat umum karena dikhawatirkan bisa merusak iman umat Muslim.

Larangan tersebut muncul pada Desember 2014 lalu. Kementerian Agama Brunei dalam siaran pers yang dimuat The Brunei Times menyebutkan perayaan Natal secara berlebihan dan terang-terangan dapat merusak aqidah umat Islam.

Rilis tersebut ikut memperingatkan umat Islam agar tidak berpartisipasi dalam perayaan Natal, termasuk mengenakan topi atau pakaian yang menyerupai Sinterklas.

Terlibat dalam tindakan tersebut merupakan pelanggaran berdasarkan Pasal 207 (1) KUHP yang dapat dihukum dengan denda hingga USD20.000 dan penjara hingga lima tahun.

3. Tajikistan


Tajikistan terbilang sebagai negara yang cukup kontroversial dalam menentukan aturan bagi warga negaranya. Belum lama ini, mereka melarang penggunaan hijab meski memiliki masyarakat mayoritas Muslim.

Jauh sebelum itu, Tajikistan juga melarang perayaan keagamaan seperti Natal. Alasannya tak jauh berbeda, yakni karena hal-hal seperti itu dianggap asing bagi budayanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved