alexametrics

Pria Thailand Bunuh dan Kubur Ratusan Korban di Rumahnya

loading...
Pria Thailand Bunuh dan Kubur Ratusan Korban di Rumahnya
Apichai Ongwisi. terduga pelaku pembunuhan berantai di Thailand. FOTO/The News
A+ A-
BANGKOK - Seorang pria Thailand dilaporkan tengah diselidiki atas dugaan pembunuhan berantai. Pria yang diketahui bernama Apichai Ongwisi itu diduga sebagai pembunuh berantai. Fakta ini didapat setelah polisi menemukan ratusan tulang manusia di halaman belakang rumahnya.

Ongwisi, seorang perwaris dari perusahaan properti terkemuka di Thailand, awalnya hanya diselidiki atas pembunuhan kekasihnya, Warinthorn Chaiyachet. Jenazah Chaiyachet dikubur di halaman belakang rumahnya, yang diketahui sangat luas. Namun, seperti dilansir Metro, polisi kemudian diberi tahu bahwa mungkin ada lebih banyak korban yang terkubur di tanah itu.

Sebagai bagian dari penyelidikan mereka, para penyelidik memerintahkan pencarian sebuah kolam di dekat rumah Ongwisit. Penyelam polisi menemukan setidaknya 298 tulang manusia di dalam kolam tersebut.



Menurut Bangkok Post, Ongwisit telah mengakui untuk membunuh pacarnya pada Agustus tahun lalu. Tersangka diduga adalah pengguna narkoba yang memerintahkan pacarnya tidur di peti mati logam karena dia tidak ingin perempuan itu meninggalkannya.

Laporan lain menuturkan bahwa Ongwisit telah memelihara ikan buaya karnivora di kolamnya. Namun, polisi membantah laporan tersebut, yang mengatakan bahwa penyelam mereka tidak menemukan ikan di dalam kolam tersebut.

Kepala polisi Jirakrit Jarunpat mengatakan, tulang yang diambil dari kediaman Ongwisit sekarang sedang diperiksa oleh para ahli forensik di rumah sakit. Belum diketahui berapa banyak tulang yang dimiliki.

"Tim Investigasi telah menemukan beberapa wanita yang memiliki hubungan dengan pelaku telah menghilang, yang kemungkinan adalah korban. Mereka termasuk teman, pacar, dan pelacurnya," kata Jarunpat.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak