Kisah Penyintas Bom Atom Toshiyuki Mimaki Tangisi Nobel, Anggap Warga Gaza Lebih Layak
Senin, 23 Desember 2024 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Komite, Jorgen Watne Frydnes, mengatakan organisasi tersebut sudah berperan penting dalam gerakan global yang telah mencegah senjata nuklir digunakan dalam konflik selama 80 tahun.
Pada konferensi pers di Tokyo, Wakil Ketua Nihon Hidankyo Toshiyuki Mimaki (81) terlihat menahan air mata setelah kelompoknya dinyatakan sebagai peraiah Hadiah Nobel Perdamaian 2024.
Mimaki yang juga menjadi penyintas bom atom di Hiroshima membandingkan kondisi di Jepang kala itu dengan situasi di Gaza saat ini.
"Saya yakin (pemenang Hadiah Nobel Perdamaian) akan menjadi orang-orang yang bekerja keras di Gaza, seperti yang telah kita lihat," katanya kepada wartawan di Tokyo.
“Di Gaza, anak-anak yang berdarah-darah digendong oleh orang tua mereka. Seperti di Jepang 80 tahun yang lalu,” imbuh Mimaki.
Menanggapi ungkapan itu, Israel marah. Sebagai tanggapan, Duta Besar Israel untuk Jepang Gilad Cohen menyebut perbandingan itu sebagai "keterlaluan dan tidak berdasar".
Dia mengatakan perbandingan tersebut hanya mendistorsi sejarah dan mempermalukan para korban.
Pada konferensi pers di Tokyo, Wakil Ketua Nihon Hidankyo Toshiyuki Mimaki (81) terlihat menahan air mata setelah kelompoknya dinyatakan sebagai peraiah Hadiah Nobel Perdamaian 2024.
Mimaki yang juga menjadi penyintas bom atom di Hiroshima membandingkan kondisi di Jepang kala itu dengan situasi di Gaza saat ini.
"Saya yakin (pemenang Hadiah Nobel Perdamaian) akan menjadi orang-orang yang bekerja keras di Gaza, seperti yang telah kita lihat," katanya kepada wartawan di Tokyo.
“Di Gaza, anak-anak yang berdarah-darah digendong oleh orang tua mereka. Seperti di Jepang 80 tahun yang lalu,” imbuh Mimaki.
Menanggapi ungkapan itu, Israel marah. Sebagai tanggapan, Duta Besar Israel untuk Jepang Gilad Cohen menyebut perbandingan itu sebagai "keterlaluan dan tidak berdasar".
Dia mengatakan perbandingan tersebut hanya mendistorsi sejarah dan mempermalukan para korban.
Lihat Juga :